Membaca Realitas

Biaya Operasional Sekolah di Ternate Belum Cair, Sejumlah Sekolah Meradang

Disdik Ternate: Ada Sekolah yang Belum Setor RAKS

TERNATE (kalesang) – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), keluhkan keterlambatan pencairan anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) tahap I tahun 2023.

Kepala SDN-1 Kota Ternate, Usman mengaku, keterlambatan pencairan anggaran biaya operasional sekolah tahap I mulai dari awal Januari hingga masuk pertengahan Februari 2023, belum dicairkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate.

Keterlambatan pencairan anggaran biaya operasional sekolah membuat sejumlah kegiatan terhambat. Karena kegiatan itu bisa berjalan atau tidak tergantung dukungan anggaran juga.

“Kita punya tunggakan banyak sekali kaitanya dengan kebutuhan sekolah, misalnya tunggakan wifi, air, listrik dan kebutuhan lainnya. Sementara pencairan anggaran biaya operasional sekolah terlambat ini membuat kami kesulitan.” Ungkap Usman Kamis (23/2/2023).

Ia menuturkan, keterlambatan pencairan anggaran biaya operasional sekolah tahap I bukan hanya di SDN-1 Kota Ternate. Tapi di sekolah yang lain juga mengalami hal yang sama.

Kalau anggaran biaya operasional sekolah tanggal 15 Januari 2022 lalu cepat dicairkan. Namun tahun 2023 ini agak terlambat dan Disdik hanya menaruh janji tapi realisasinya tidak ada.

“Kita berharap Disdik secepatnya mencairkan anggaran biaya operasional sekolah. Sehingga bisa menjawab kebutuhan sekolah apalagi saat ini menghadapi Ujian Sekolah (US) tentu memerlukan anggaran.” Tutup Usman.

Sementara itu, Kasubag Keuangan Disdik Kota Ternate, Irnawati Imam mengatakan, keterlambatan pencairan anggaran biaya operasional sekolah tahap I semua tergantung kebijakan pusat.

Karena mereka juga melihat proses pengimputan persyaratan data Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dari sekolah sesuai ketentuan. Jika sekolah mampu menyelesaikan pengimputan RKAS tepat waktu, maka anggaran tersebut akan segera dicairkan.

“Kita berharap bagi sekolah yang belum penginputan data RKAS maka segera diselesaikan. Sehingga pusat cepat mentransfer anggaran biaya operasional sekolah.” Tutupnya. (tr-02)

 

Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan