TERNATE (kalesang) – Sebagai seorang pelaku usaha, perlu inovasi dalam setiap produk dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar.
Hal ini dilakukan oleh Ulfah Kamah, pemilik usaha Like Home Industri 99 Canary, ia adalah salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kota Ternate, Maluku Utara.
Alamat usaha milik Ulfah berada di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.
Ulfah menceritakan, memanfaatkan sumber daya alam (SDA) sekitar sangatlah mudah untuk didapatkan. Baginya, Kota Ternate merupakan daerah hasil rempah yang melimpah. Hingga akhirnya hampir semua produk dipakai rempah, seperti pala, cengkeh dan kayu manis.
Perempuan 58 tahun itu bercerita, ia memulai usaha tersebut sejak 2016. Itupun karena coba-coba. Hingga akhirnya ia pun kepincut untuk terus kembangkan lagi.
“Waktu itu ada salah satu pegawai pegadaian yang baru datang ke Ternate, ia meminta kepada saya untuk buat cemilan khas orang Ternate. Karena ia sudah cari, namun sangat sulit untuk didapatkan.” Katanya saat ditemui reporter kalesang.id. Senin (27/2/2023).
Dari permintaan tersebut, Ulfah pun mencoba buat stik ikan tuna, dengan mengandalkan nonton YouTube agar resep yang didapatkan lebih enak dan lebih variasi. Dengan modal Rp150 ribu, ia pun nekat membuat stik ikan tuna dan stik sayur bayam dengan jumlah permintaan 20 bungkus.
“Alhamdulillah buat stik ikan tuna dan bayam itu, orang-orang pada suka. Per bungkus itu saya jual dengan harga Rp15 ribu. Banyak yang suka, saya mulai buat lebih banyak lagi.” Katanya.
Baca Juga: Intip Menu Favorit Kedai Sinar Gemilang
Dengan dukungan sang suami, Dedi Alkatiri, Ulfah pun mulai masukkan produknya tersebut di Pasar Swalayan Tara Noate pusat oleh-oleh khas Kota Ternate.
“Waktu itu pas Dekranasda di Pasar Swalayan, saya juga titipkan produk saya.” Ucapnya.
Meski masih baru, kata Ulfa, usahanya tersebut banyak diminati, sejak hadirnya gerhana matahari di tahun 2016. Dari situ, banyak yang suka dengan stik tuna miliknya.
Tentunya, kata ibu dua anak ini, dengan semangat yang tinggi, ia melihat peluang pasar, agar tidak hanya dengan produk saja. Baginya Inovasi harus dikembangkan.
“Agar produk tidak hanya itu-itu saja, saya selalu manfaatkan YouTube. Karena dari situ, banyak olahan yang kreatif, tentu saya bisa kembangkan dengan kreativitas sendiri.” Ujarnya.
Dengan hobi menyukai hal-hal yang baru, tentu Ulfah sangat memanfaatkan hal itu dengan beberapa kreasi produk miliknya.
“Selain dari olahan ikan tuna dan stik bayam. Sekarang ada lima varian rasa olahan kenari dengan rasa rempah.” Bebernya.
Tak hanya itu, produk yang dihasilkan oleh perempuan yang keseharian mengikuti dakwah Islam itu juga manfaatkan singkong dan pisang untuk dijadikan tepung.
Memanfaatkan tepung singkong dan pisang, menurutnya, lebih sehat karena tidak pakai campuran apapun. Dan tentunya, ini merupakan hasil pertanian yang tidak susah untuk didapatkan.
“Bagi saya, lebih baik beralih pakai tepung singkong saja, karena kita sudah tahu kualitas rasa dan pasti sudah sehat.” Ungkap Ulfah.
Selain itu, lanjut Ulfah, agar produknya tetap laris di pasaran, ia selalu pertahankan kualitas rasa dan kemasan harus menarik.
“Banyak pelaku usaha seperti saya sekarang, yang sudah banyak produksinya lebih bagus-bagus lebih. Saya harus bersaing dengan cara yang sehat. Dari kualitas rasa, dan kemasan, semuanya saya yang desain sendiri agar lebih menarik.” Katanya.
Baca Juga: Perempuan Berlatar Notaris Ini Bangun Usaha Dapur Nona Jo di Ternate
Bagi Ulfah, menjadi seorang pelaku usaha tidaklah mudah, jika tidak punya modal keberanian dan semangat. Karena dengan itu, orang-orang bisa bertahan.
Saat ini, beberapa produk miliknya sudah sampai ke Turki, Wakatobi dan beberapa tempat lainnya. Dan untuk penjualan, ia lebih manfaatkan media sosial, seperti Facebook, Instagram, Bli-bli dan Shopie. Dia selalu membuka diri bagi siapapun yang ingin belajar tentang usaha.
“Saya pernah diundang sebagai narasumber di Universitas Khairun Ternate, kemudian PoltekkesbTernate. Saya juga dipercaya untuk narasumber peningkatan kelompok usaha di Kelurahan Ngade.” Katanya.
Berbisnis seperti ini, kata Ulfa, harus menjauhkan dari hal-hal yang negatif. Karena harus punya lebih banyak waktu untuk berkarir dan belajar bersama dengan pelaku usaha yang lain.
“Di zaman yang sudah canggih seperti ini, anak muda harus lihat peluang untuk berbisnis. Dan saat ini alhamdulillah pemerintah juga sangat membantu kami para pelaku usaha. Semoga ke depannya usaha lebih sukses agar bisa bantu orang lain.” Tandasnya.(tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel
