Dua Tahun SMPLBN Ternate Kekurangan Guru Kelas
Fanny: Kami Berharap Perguruan Tinggi Maluku Utara Buka Jurusan Guru Pendidikan Khusus
TERNATE (kalesang) – Selama dua tahun Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Negeri (SMPLBN) Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), mengalami kekurangan guru kelas yang berlatar belakang pendidikan khusus.
Kepala SMPLBN Ternate, Fanny mengatakan, kekurangan guru kelas di SMPLBN Ternate yang berlatar belakang pendidikan khusus sejak tahun 2022.
“Kekurangan guru kelas ini kami sudah sampaikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Malut, namun Dikbud belum menindak lanjuti.” Ungkap Fanny, Rabu (15/3/2023).
Ia menyebutkan, guru kelas berlatar belakang pendidikan khusus penting harus dipenuhi di sekolah, karena guru tersebut bisa mengajar di semua siswa ketunaan.
“Jika kekurangan guru kelas belum juga dijawab oleh Dikbud, maka kami sangat kesulitan pada saat proses belajar mengajar.” Ujar Fanny.
Ia mengaku, untuk guru latar belakang pendidikan khusus di Provinsi Malut kemungkinan belum ada, hingga Dikbud juga kesulitan mendistribusikan guru tersebut.
“Kami minta Dikbud berupaya mencari guru berlatar pendidikan khusus di luar Provinsi Malut kemudian distribusi di SMPLBN Ternate.” Ucap Fanny.
Ia berharap, kedepan perguruan tinggi di Provinsi Malut seperti Universitas Khairun (Unkhair) Ternate sudah harus membuka jurusan guru berpendidikan khusus.
“Salah satu solusi adalah perguruan tinggi di Maluku Utara termasuk Unkhair Ternate bisa membuka jurusan guru berpendidikan khusus supaya masalah kekurangan guru seperti ini bisa teratasi.” Harap Fanny. (tr-02)
Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan
