Membaca Realitas

Spanduk Bernada Provokatif yang Sudutkan Sultan Ternate Muncul

Kapolres Ternate: Kami akan Cari Provokator

TERNATE (kalesang) – Spanduk bernada provokatif bertuliskan adat hancur karena kepentingan Sultan Ternate Hidayatullah Sjah muncul di beberapa titik di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Selain itu, terdapat spanduk lainnya yang betuliskan bahwa Hidayatullah Sjah tidak pantas untuk menjadi Sultan Ternate karena dinilai seorang pemabuk.

Diketahui, spanduk tersebut tersebar di tiga titik di Kota Ternate, yakni Kelurahan Jati, Kecamatan Ternate Selatan, Kelurahan Salero dan Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara.

Kapolres Ternate, AKBP Andik Purnomo Sigit saat dikonfirmasi membenarkan informasi beredarnya spanduk tersebut, ia berharap bahwa masyarakat agar tidak terprovokasi adanya spanduk-spanduk yang beredar maupun lain-lain.

“Masyarakat di Kota Ternate jangan sampai terprovokasi oleh adanya spanduk-spanduk atau pamflet maupun lainnya.” Kata Andik saat diwawancarai kalesang.id, Rabu (15/3/2023).

Baca Juga: Harta Kekayaan Pejabat Kantor Pajak Ternate Disorot

Tentu, lanjutnya, pihak kepolisian akan mencari dan menindak tegas pihak-pihak provokator. Dia tidak melihat dari pihak mana, akan tetapi siapa yang membuat kacau akan ditindak.

“Kita sudah amankan barang bukti. Kita sedang mencari alat bukti terkait dengan pemasangan spanduk itu. Baik saksi maupun CCTV.” Ujarnya.

Andik menyebutkan, bahwa dirinya sudah mengumpulkan kapita-kapita dari kedua belah pihak. Hal itu untuk diimbau agar menahan diri dan tidak terprovokasi.

“Polres Ternate tetap lakukan pengamanan terbuka dan tertutup yang optimal. Jangan sampai, terdapat masalah-masalah seperti pengarahan massa dari pihak-pihak yang bermasalah.” Ujarnya.

Andik mengimbau kepada masyarakat Kota Ternate agar tidak terprovokasi atau terbawa dengan informasi yang tidak benar adanya oknum-oknum yang senjaga mengadu domba.

“Kita sama-sama menjaga diri. Kalau ada informasi silahkan beritahu kami.” Pintanya.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel