Masjid Pancasila Kepulauan Sula Ternyata Diresmikan Mantan Menteri Pertanian RI
Naim: Kalau Imam yang Pertama Saya Tidak Ingat Lagi
SANANA (kalesang) – Masjid Pancasila, salah satu tempat ibadah di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, yang diresmikan oleh mantan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Prof. Syarifuddin Baharsjah.
Peresmian masjid itu dilakukan di saat masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Masjid yang berada di Desa Fagudu, Kecamatan Sanana itu diresmikan pada 22 Oktober 1989 dan ditandatangani oleh Presiden Soeharto.
Imam Masjid Pancasila, Hi. Naim Buamona mengatakan, sebelumnya masjid ini merupakan salah satu masjid agung di Kota Sanana. Sejak tahun 60-an sebagian besar masyarakat kerap melaksanakan solat, kala itu masjid masih sengat sederhana.
“Kalau imam pertama mesjid Pancasila saya sudah tidak ingat lagi. Sebelum saya juga masih banyak imam terdahulu. Mungkin nanti tanyakan ke orang lebih tua dari saya saja.” Katanya kepada kalesang.id, Selasa (28/3/2023).
Baca Juga: Gempa Bumi 4,1 Magnitudo Guncang Halmahera Selatan
Selain itu, lanjutnya, Masjid Pancasila saat ini sudah berganti nama menjadi Masjid Al-Muhajirin. Sebab masjid tersebut sudah diserahkan ke pihak Desa Fagudu di jaman kepemimpinan mantan Bupati Ahmad Hidayat Mus (AHM).
Penyerahan masjid ke desa itu, kata Naim, karena di Kepulauan Sula sudah ada masjid baru yang diberi nama Al Istiqomah.
“Kalau untuk sejarah awal, banyak orang sudah tidak ingat lagi. Tapi yang jelas masyarakat mulai dari Desa Fatcei, Falahu, Fagudu dan Mangon di jaman itu banyak yang melaksanakan solat di mesjid Pancasila ini.” Jelas Naim.
Baca Juga: Jejak Kejahatan Harita Group di Balik IPO Saham
Kendati sudah berganti nama, kata Naim, bentuk Masjid Pancasila yang dibangun kala itu hingga sampai saat ini tidak dirubah. Karena masjid ini merupakan masjid tertua di Kepulauan Sula. Penambahan hanya sarana prasarana, seperti toilet dan cat maupun yang lainnya.
“Tapi kalau bentuk mesjid masih sama seperti dulu. Tidak ada yang merubah bentuknya.” Ungkapnya.
Berdasarkan pantauan kalesang.id, adapun satu sumur tua yang berada di pekarangan masjid. Tetapi sumur tersebut sudah tidak digunakan sejak lama. Kemudian masih ada beberapa toilet yang masih belum selesai dikerjakan.
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
