Sejumlah Mahasiswa Unkhair Ternate Gelar Aksi Tolak Perpu Cipta Kerja
Fokus ke Masalah Tenaga Kerja Asing
TERNATE (kalesang) – Sejumlah mahasiswa yang tergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar demonstrasi penolakan Pengesahan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) cipta kerja, Selasa (4/4/2023).
Pantauan kalesang.id dilokasi, sejumlah mahasiswa mengatasnama BEM Unkhair Ternate itu kumpulkan massa dari tiap fakultas di lingkungan Kampus Unkhair Ternate.
Ketua BEM Fakultas Ilmu Budaya Unkhair Ternate, Sukri M. Hamza mengatakan, ada dua rute aksi yang menjadi titik fokus aksi yakni, Kantor Walikota dan Gedung DPRD Kota Ternate.
“Kami masih memobilisasi massa aksi di tiap Fakultas di lingkungan Unkhair Ternate, setelah itu baru dilanjutkan di kantor Wali Kota dan DPRD.” Ungkap Sukri.
Menurutnya, kehadiran Perpu cipta kerja ini dianggap meresahkan dan merugikan buruh maupun lingkungan, karena tidak sesuai kepentingan masyarakat secara umum.
“Alasan yang mendasar atas dikeluarkannya Perpu cipta kerja karena keadaan mendesak dan demi kepentingan perbaikan ekonomi Indonesia Padahal mahkamah konstitusi menganggap pengesahan ini inkonstitusional.” Ujar Sukri.
Kata dia, ada beberapa poin pasal yang ditolak dalam aksi, diantaranya pasal 45 terkait tidak adanya aturan yang ketat untuk perizinan masuknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.
“Olehnya itu, kami sangat menolak Perpu cipta kerja karena dinilai menambah besarnya jumlah masyarakat Indonesia yang tidak memiliki pekerjaan.” Tegas Sukri. (tr-02)
Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan
