Membaca Realitas

Asghar Shaleh: Tidore Memiliki Kekuatan Sejarah dan Kebudayaan

Komunitas Kreatif dan Literasi Tidore Gelar Buka Puasa Bersama

TIDORE (kalesang) – Asghar Shaleh, pemerhati sosial yang juga merupakan penulis bergenre realisme sosial di Maluku Utara menyebut kekuatan Tidore ialah sejarah dan kebudayaan.

“Secara geogstrategis, geopolitik dan ekonomi, Tidore memiliki kekuatan dari sisi sejarah dan kebudayaan.” Ujar Asghar saat menghadiri acara buka puasa bersama (Bukber) dengan para komunitas kreatif dan literasi di Fola Literasi Kalaodi (FOLILA) Kelurahan Kalaodi, Tidore Timur, Jumat (7/5/2023) kemarin.

Kata dia, sejarah dan kebudayaan Tidore harus dijadikan branding, lantaran menurut dia bahwa kedepannya, orang akan mencari literasi cengkeh, literasi rempah, dan literasi maritim dunia.

“Dan itu, orang akan datang ke Tidore.” Katanya.

Karena itu, lanjut dia, harus dilakukan persiapan sejak dini terkait brand yang ia maksudkan agar bisa bersaing secara ekonomi, maupun politik dalam konteks yang positif untuk kemajuan Tidore.

“Kalau kita tidak melakukan itu, saya kira lama-kelamaan Tidore akan tenggelam.” Ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini manusia telah hidup di era transformasi digital jadi yang dibutuhkan ialah benteng digital.

Dia bilang, cara untuk membangun benteng digital agar tidak terjebak pada hal-hal negatif yang berkaitan dengan kemajuan tekhnologi dan informasi, maka dimulai dengan cara menulis dan mewariskannya dalam bentuk bacaan-bacaan yang bisa dipelajari oleh anak-anak muda, di Tidore.

“Kita mulailah menulis peradaban, masa lalu, cita-cita besar tentang Tidore, kemudian diwariskan, sehingga dengan begitu para anak muda akan tumbuh dengan budaya dan tradisi yang sangat kuat tentang Tidore dalam arti yang sebenarnya.” Jelasnya.

Karena itu pada acara bukber yang mempertemukan para komunitas di Tidore itu, ia berharap para komunitas di Tidore bisa menggerakkan ini secara bersamaan.

“Kita tidak mungkin bergerak sendiri-sendiri. Memperjuangkan bukan sesuatu yang ideal itu butuh banyak orang.

Karena itu, menurut dia, pertemuan yang digelar tersebut penting lantaran merupakan salah satu upaya para anak muda untuk mengkonsolidasikan gagasan.

“Dan mudah-mudahan ini bisa menjadi secara terus-menerus karena ini juga menjadi satu kunci kita bersaing di dunia yang serba cepat, maka kita harus konsisten melakukan hal sama yakni berbagi kebaikan.” Pungkasnya.

Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Wawan Kurniawan