SANANA (kalesang) – Sekolah Sepak Bola (SSB) Freedom Kepulauan Sula yang saat ini sedang mengikuti turnamen tingkat Provinsi Maluku Utara menjadi pembahasan serius bagi semua kalangan.
Sebab, SSB Freedom Kepulauan Sula yang akan berlaga di Kota Ternate itu tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) dalam bentuk anggaran.
Sehingga, mereka yang membawa nama Kepulauan Sula harus menanggung sendiri anggaran keberangkatan dan nginap selama berada di Ternate.
Atas hal itu, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kepulauan Sula, Sarno Fokatea angkat bicara. Pihaknya tidak memberikan anggaran ke SSB Freedom karena belum terdaftar dalam Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Karena, lanjutnya, berdasarkan regulasi apabila ada SSB yang belum terdaftar di dalam Askab, maka pihaknya belum bisa memberikan anggaran. Anggarannya bisa diberikan kecuali ada kepengurusaan SSB yang terdaftar.
“Saya rasa regulasinya sudah jelas sekali, kalau dipaksakan maka saya yang disalahkan. Kemarin waktu mereka berangkat saya hanya bisa bantu uang tiket kepada pelatih SSB Freedom.” Rabu (26/4/2023).
Jadi, Sarno meminta kepada pihak SSB Freedom Kepulauan Sula agar memasukkan administrasi atau persyaratan untuk didaftarkan ke Askab.
“Biar nanti kalau ada pertandingan sepak bola seperti sekarang ini, kami bisa menyiapkan anggarannya.” Ucapnya.
Sementara, pernyataan yang disampaikan Plt Kadispora dibantah oleh Pelatih Kepala SSB Freedom Sula, Candra Makasar.
Candra mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui di mana lokasi Sekretariat Askab Kepulauan Sula. Padahal, ia sudah menyiapkan persyaratan untuk dimasukkan.
“Waktu saya ke Sula kami pernah menemui Kepala Bidang Prestasi untuk pertanyakan soal itu, tetapi tidak ada yang tahu alamat Sekretariat Askab Kepulauan Sula.” Katanya.
Meskipun tidak terdaftar dan tidak mendappat anggaran, Candra menegaskan bahwa, dia tetap membawa SSB Freedom Sula untuk berlaga di Kota Ternate.
“Pada saat berangkat dari Sula ke Ternate ada sebagian orang tua yang ikut mendampingi anaknya bertanding di Lapangan Gelora Kie Raha. Harusnya hal ini menjadi perhatian Pemda, bukan malah menyampaikan berbagai macam alasan.” Kesalnya.
Sekadar diketahui, pertandingan tingkat provinsi ini akan diikuti sebanyak 155 tim anak usia dini dengan jumlah keseluruhan 1.850 orang.
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
