Membaca Realitas

Gara-gara Hutang, RSUD Chasan Boesoirie Ternate Kesulitan Dapat Perbekalan Farmasi

Hutang akan Dibayar Gunakan APBD Provinsi Maluku Utara

 

TERNATE (kalesang) – Hutang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate, Maluku Utara kepada pihak ketiga atau vendor penyedia obat-obatan belum juga terbayarkan.

Karena hutang belum terbayarkan, para vendor enggan memberikan perbekalan farmasi atau obat-obatan kepada pihak RSUD Chasan Boesoirie Ternate yang berujung minimnya penyediaan obat di rumah sakit tersebut.

“Yang menjadi masalah para vendor ini dia mengunci, kami tidak bisa membeli perbekalan farmasi. Itu yang jadi pokok permasalahannya. Hutang dari 2022 bahkan ada yang 2017.” Kata Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate dr. Alwia Assagaf saat diwawancarai, Selasa (23/5/2023).

Pada Senin 8 Mei 2023 lalu, Alwia mengatakan, sudah ada pertemuan dengan Kepala BPK, Sekretaris Daerah Maluku Utara dan para vendor. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa hutang para vendor tersebut akan diselesaikan oleh Pemprov Maluku Utara.

“Jadi ada pertemuan dengan mengundang 63 vendor, yang hadir saat itu 18 vendor. Jadi bukan lagi rumah sakit yang bayar hutang, tapi Pemprov.” Ungkapnya.

Berita Terkait: Unjuk Rasa di RSUD ChB Ternate Diwarnai Coretan Dinding, Pelayanan Tetap Berjalan Normal

Hutang para vendor ini, lanjutnya, nanti akan diperiksa BPK kemudian disesuaikan, jika telah selesai, maka Pemprov Maluku Utara akan membayar hutang tersebut.

“Dan itu sudah disetujui oleh Pak Sekda. BPK sementara memeriksa para vendor ini, dokumen-dokumennya bersama dengan rumah sakit punya, apa benar hutangnya demikian, baru lah kemudian direkomendasikan.” Jelasnya.

Meski begitu, Alwia mengaku, di setiap bulannya terdapat vendor yang dibayar hutangnya agar bisa membeli perbekalan farmasi yang urgen seperti oksigen. Di mana, untuk nilai hutang itu berkisar Rp43 miliar dari seluruh vendor.

“Jadi bayar hutang sedikit, kemudian beli (obat) lalu bayar kes.” Sebutnya.

Berita Terkait: Pembayaran TTP Tak Sesuai, Poliklinik RSUD ChB Ternate Ditutup

Di tengah minimnya obat saat ini, kata Alwia, pihaknya mencari vendor baru untuk membeli obat-obat dan perbekalan farmasi. Walaupun beberapa vendor ada yang mau, namun citra rumah sakit terkait hutang sudah terdengar sehingga membuat khawatir para vendor.

“Jadi kita kalau mau beli harus bayar saat itu juga. Ada juga yang sudah berhasil hubungi vendor untuk beli, tapi harus menunggu paling cepat dua minggu baru perbekalan farmasi itu ada.” Beber Alwia.

Dengan kondisi perbekalan farmasi yang masih minim itu, ia menambahkan, otomatis terdapat pasien yang obatnya tidak terlayani. Sekarang ini, pihak RSUD Chasan Boesoirie Ternate berusaha mengontak vendor yang baru agar bisa membeli perbekalan farmasi.

“Terkait dengan pembayaran hutang itu belum ada kesepakatan, apakah pembayarannya di APBD induk ataukah perubahan.” Pungkasnya.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel