Membaca Realitas

DPRD Ternate Soroti Lapak Kuliner yang Rusak Sebelum Digunakan

Dinas Koperasi dan UKM Janji Perbaiki

TERNATE (kalesang) – Bangunan lapak kuliner milik Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara yang berlokasi di belakang Jatiland Mall Kota Ternate mulai rusak.

Padahal, lapak yang ditangani Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas PUPR Kota Ternate yang menyerap anggaran sebesar Rp 1,5 miliar itu saat ini belum difungsikan.

Berita Terkait:Belum Diresmikan, Bangunan Kios Kuliner di Ternate Mulai Rusak

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif  angkat bicara soal ini. Katanya, pemerintah harus terlebih dahulu mengikhtiarkan pembangunan lapak kuliner di belakang Jatiland Mall dan di Kelurahan Kampung Makasar agar bisa secepatnya digunakan.

“Saat penyerahan aset pastikan seluruh pekerjaan sesuai dengan nilai pekerjaan dan jika terjadi kerusakan dalam fase waktu sesuai kontrak, untuk dilakukan pemeliharaan dan dipastikan berjalan sesuai aturan.” Ucapnya, Jumat (2/6/2023).

Nurlaela mengatakan, yang paling penting adalah saat sebelum penyerahan, Pemkot Ternate harus benar-benar membangun komitmen kepada pedangang agar wajib menjaga kebersihan, membuang sampah di pantai baik pedangang dan konsumen.

“Jangan sekali-kali menambah bangunan lain diluar arsitektur pembangunan aslinya.”Tegas Nulaela.

Terpisah Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, berjanji dalam waktu dekat akan memperbaiki kerusakan.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, Jamaludin Yusup mengaku, pihaknya dalam waktu dekat akan memperbaiki bangunan lapak yang rusak diberapa titik.

“Iya benar memang dinding atas bangunan yang rusak itu speknya dibuat menggunakan GRC board.” Ungkap Jamaludin Jumat (2/6/2023).

Jamaludin mengaku, yang mengalami kerusakan itu rencana diganti dengan bahan lain, bukan lagi dengan GRC.

“Kami melakukan perbaikan ini bukan hanya kerusakan dari sisi utara tapi juga di selatan.”Ujar Jamaludin.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, Hadi Hairudin membenarkan, adanya kerusakan.

Hadi menjelaskan, kerusakan itu bermula dari anak-anak sering bermain sepak bola di samping bangunan tersebut, jadi kemungkinan terkena bola dan dinding dari GRC yang getas dan mudah rusak terkena benturan.

“Kami berencana bulan ini akan melakukan perbaikan.” Tukas Hadi. (tr01/tr-02)

Reporter: Juanda Umaternate/Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan