Membaca Realitas

Dishub Kota Tidore Kepulauan Kesulitan Temukan Pihak Ketiga Kelola Pelabuhan

Daud: Ada Investor dari Batam, Tapi Mereka Minta Pembagian Terlalu Besar

TIDORE (kalesang) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara belum menemukan pihak ketiga yang mengelola beberapa pelabuhan di Tidore.

Kepala Dishub Kota Tidore, Daud Muhammad mengatakan, pihaknya kewalahan dalam mencari pihak ketiga yang betul-betul profesional, serta dalam pengelolaan pelabuhan tidak terlalu membebani masyarakat.

“Kemarin sempat ada investor dari Batam yang mau kerja sama dan kami telah membicarakannya di kantor, namun mereka meminta pembagian hasil terlalu besar.” Kata Daud saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/6/2023).

Baca Juga: Kondisi Kesehatan Menurun, Pedagang Pentolan yang Terbakar di Ternate Meninggal Dunia

Pihak ketiga tersebut, lanjut Daud, meminta setiap orang yang hendak masuk ke areal pelabuhan dikenakan biaya Rp5 ribu per orang, yang mana persentase pembagian keuntungannya Rp3 ribu untuk pihak swasta, sementara Rp2 ribu ke PAD Kota Tidore.

Jadi, kata dia, penawaran pihak swasta ini apabila diterima, maka akan membebani masyarakat. Walaupun dengan kompensasi merawat semua fasilitas yang ada.

“Tapi lagi-lagi ini terlalu membebani masyarakat. Karena hitungan kita, idealnya Rp2000 per orang.” Ujarnya.

Baca Juga: Jabatan Korsek Berganti, Ini Pesan Ketua Bawaslu Kepada Bupati Kepulauan Sula

Tentu, Daud menambahkan, pihaknya memiliki rencana dalam kebijakan terkait staf honorer penarik retribusi di pelabuhan untuk dinaikkan upah kerja dari sebelumnya Rp1 juta per bulan naik jadi Rp1,5 juta per bulan, akan tetapi tidak harus mengambil risiko yang merugikan masyarakat.

“Intinya kami masih mencari pihak swasta yang profesional, memiliki rekomendasi Kementerian Perhubungan Laut, dan tidak membebankan masyarakat.” Tukasnya.

sekadar diketahui, pelabuhan yang rencananya diserahkan ke pihak swasta untuk dikelola, yaitu Pelabuhan Loleo, Pelabuhan Goto, dan Pelabuhan Rum.

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel