Membaca Realitas
728×90 Ads

Belajar Menjaga Lingkungan dari Keluarga Kalaweit

 

Kalaweit adalah Yayasan yang dibangun oleh seorang bule asal Prancis yaitu Aurelien Francis Brule atau biasa disapa dengan Chanee Kalaweit. Ia datang ke Indonesia sejak 1998 karena ketertarikannya pada Owa (primata). Ia memilih Indonesia sebagai tempat untuk melindungi para satwa tersebut. Ia sudah menjadi warga Indonesia dan tinggal di hutan Kalimantan bersama keluarganya, menjaga kelestarian hutan Kalimantan dan Sumatera.

Ia bekerja sama dengan pemerintah Kalimantan untuk menjaga kelestarian hutan dari pemburu liar dan di sana terdapat tempat konservasi Owa dan satwa lainnya. Mereka patroli untuk menjaga tidak adanya penebangan pohon dan hal-hal yang merusak ekosistem hutan. Begitupun istri dan anak-anak ikut membantu menjalankan tugas menjaga hutan. Mereka bahkan tinggal di tengah hutan untuk bisa lebih maksimal dalam menjalankan tugas.

Menjaga lingkungan memang bisa dimulai dari hal yang sederhana seperti keluarga Kalaweit. Chanee memulai semua tugas sebagai aktivis lingkungan karena cintannya pada Owa yang hampir punah. Kita juga harusnya bisa menjaga lingkungan seperti dia dan keluarganya.

Banyak cara bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan, misalnya: tidak buang sampah sembarang, pisahkan sampah sesuai jenisnya, mengurangi penggunaan plastik (less west), menanam pohon, mendaur ulang sampah dan masih banyak cara yang bisa kita lakukan. Tetapi ada yang lebih penting dari semua itu yakni konsisten dalam menjalaninya.

Menjaga lingkungan adalah tugas manusia karena manusialah pemimpin dari semua makhluk di bumi. Sebagaimana firman Allah:

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah [2] : 30)

Kemudian Allah juga melarang kepada manusia (Khalifah) untuk merusak alam semesta. Allah SWT berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al A’raf [7] : 56)

“Sesungguhnya Alloh mewajibkan untuk berbuat baik terhadap segala sesuatu” (HR. Muslim)

“Apabila seorang muslim menanam tanaman, lalu dimakan burung, manusia atau hewan, maka hal itu termasuk shodaqoh”(Muttafaq alaih)

Menjaga lingkungan sama juga dengan menjaga diri dan kehidupan. Jika lingkungan rusak maka kehidupan juga akan rusak. Apa yang terjadi jika bumi tidak memiliki pohon? Manusia dan hewan tak bisa bernafas dan lingkungan kotor sarang penyakit. Maka dari itu sangat perlu menjaga lingkungan untuk keberlangsungan kehidupan. Wallahu alam bii sawwab.

 

 

728×90 Ads