PMI Kota Ternate Bagun Instalasi iPAH di Lampung Selatan
Muhajirin: Ini Bentuk Nyata Bakti Sosial PMI ke Mayarakat
TERNATE (kalesang) – Jumpa Bakti dan Gembira (Jumbara) merupakan kegiatan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) setiap empat tahun, untuk pembinaan anggota Palang Merah Remaja (PMR) mulai dari tingkat SD hinga SMA untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan.
Nah, tahun ini ajang Jumbara Nasional kembali digelar di Taman Agrowisata Way Handak, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung yang dihelat Senin (3/7/2023) hingga Minggu (9/7/2023). PMI Kota Ternate sendiri mengirimkan 30 personil untuk bergabung bersama kontingen Maluku Utara.
Dari jumlah itu, ada delapan anggota PMR yang dipilih melalui seleksi, masing-masing empat perwakilan dari tingkat SMA (wira) dan empat sisanya dari tingkat SMP (madya) yang menjadi tim inti untuk mengikuti berbagai kegiatan bersama perwakilan dari PMI kabupaten dan kota se Maluku Utara.
PMI Kota Ternate juga mengirimkan satu anggota PMR Wira, yang terpilih sebagai koordinator Forum Remaja Palang Merah Indonesia (Forpis) se Maluku Utara. Forpis dipersiapkan menjadi duta untuk memperkenalkan seluruh potensi baik internal PMI hingga potensi daerah yang ada di Maluku Utara.
Di ajang Jumbara kali ini, PMI Kota Ternate meninggalkan ‘tanda mata’ berupa satu unit Instalasi Pemanfaatan Air Hujan (iPAH) yang dibangun di Masjid Al Ghofur, Lingkungan Sukamandi, Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Kalianda yang tak jauh dari lokasi perkemahan.

Program iPAH ini diinisiasi Zulkifli, Ketua Bidang Sarana dan Prasarana PMI Kota Ternate. Program ini juga yang membawa mantan Camat Ternate Utara, Kota Ternate itu, mengondol penghargaan Kalpataru yang menjadi suprmasi tertinggi untuk penghargaan lingkungan di Indonesia, tahun 2022 lalu.
“Saya dibantu dua relawan, ditugaskan ketua PMI Kota Ternate Muhajirin Bailussy untuk membangun iPAH ini sebagai bakti sosial kepada masyarakat di sekitar lokasi Jumbara.”Ungkap Zulkifli kepada kalesang.id.
Pembangunan iPAH lanjutnya, diselesaikan selama dua hari dan mendapat dukungan dari warga sekitar, dilihat dari besarnya animo warga hingga perangkat pemerintah yang ikut dalam pengerjaannya. Kesempatan itu juga sekaligus dilakukan sosialisasi secara implementatif tentang iPAH, komponen, manfaat maupun pemeliharaannya.
Lokasi tersebut dipilih karena pemanfaatan air tanah dari sumur bor untuk air wudhu yang kualitasnya tak memenuhi standart baku kesehatan, karena selain keruh air juga beraroma.
“Untuk konsumsi rumah tangga warga gunakan air PAM juga sumur gali dari mata air Gunung Rajabasa yang kualitasnya baik, namun untuk masjid masih gunakan sumur bor yang tak layak konsumsi. Mungkin karna kadar belerang tanah yang tinggi.”Ujar Desmi Fitra, Kepala Lingkungan Sukamandi, sembari menyampaian rasa terima kasihnya kepada PMI Kota Ternate, karna telah memperkenalkan inovasi pemanfaatan air hujan yang nantinya bisa diterapkan di lokasi lainnya.
Di lokasi yang sama, Ketua PMI Kota Ternate Muhajirin Bailussy S.Pi menyempatkan diri untuk ber-wudhu menggunakan fasilitas iPAH, sekaligus menyerahkan instalasi iPAH ke perangkat desa.
“PMI Kota Ternate juga melakukan bakti sosial dengan membangun iPAH. Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut mendukung dan membantu dalam pelaksanaannya. Semoga iPAH bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan bisa diaplikasikan lebih luas lagi di Kabupaten Lampung Selatan.”Tukas Ketua DPRD Kota Ternate itu. (one)
Reporter: Kurniawan Andili
