Membaca Realitas

DPRD: Pemkot Ternate Harus Intens Lakukan Evaluasi PAD

Sudarno: Tak Pernah Capai Target

TERNATE (kalesang) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate harus intens melakukan evaluasi terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menyusul, hampir ditiap tahunnya PAD tidak mencapai target, padahal cukup banyak peluang yang bisa dimaksimalkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk meningkatkan PAD.

Diketahui, realisasi PAD pada triwulan II per tanggal 18 Juli 2023, baru terealisasi sebesar Rp56,056.006.472.01 atau 36,41 persen dari target yang ditetapkan senilai Rp154.007.010.843.00.

“Plaza Gamalama Modern itu juga masuk salah satu objek PAD. Tapi itu belum dimaksimalkan.” Ujar anggota DPRD Kota Ternate, Sudarno Taher, Selasa (25/7/2023).

Sudarno mengemukakan, hal ini yang kemudian pihaknya meminta Pemkot Ternate untuk memanfaatkan Plaza Gamalama Modern, apakah polanya langsung disewakan ke pedagang ataukah ke pihak lain.

Dikatakan, jika pihak-pihak lain tidak mampu membayar kontrak senilai kurang lebih Rp6 miliar. Maka, perlu dievaluasi nilai tersebut, yang terpenting setiap tahun dilakukan evaluasi.

“Atau bisa juga itu disewakan saja oleh pedagang. Pasti banyak yang mau. Bisa itu, yang penting sesuai peruntukannya, Plaza Gamalama Modern terpakai. Sehingga bisa optimalkan PAD.” Katanya.

Selain itu, ia menambahkan, dalam meningkatkan PAD harus ada inovasi-inovasi baru, misalnya objek pajak PBB-P2 sejak diberikan kewenangan kepada pemerintah belum ada dilakukan pemutakhiran data.

“Salah satu alasan pemerintah yaitu jangan sampai memberatkan masyarakat. Perlu diketahui bahwa harus ada skema, klasifikasi kemampuan masyarakat, misalnya untuk zona bisnis atau menegah kan semua ada. Itu nilainya PBB-P2 berbeda.” Bebernya.

Makanya, lanjut dia, jika pemerintah mampu melakukan pemutakhiran data atau validasi NJOP, dirinya menilai hal tersebut bisa meningkatkan PAD disektor PBB-P2.

“Di daerah lain seperti itu, misalnya PBB-P2 itu targetnya Rp6 miliar realisasinya cuma Rp4 miliar. Setiap tahun seperti itu.” Ujarnya.

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel