Membaca Realitas

Pasar Syariah Sasa Ternate Semakin Sepi

TERNATE (kalesang) – Kondisi Pasar Syariah Sasa Ternate di Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan ternyata tak membuat para pedagang tertarik untuk berjualan. Mereka para pedagang memilih berjualan di bahu-bahu jalan.

Hal itu membuat pasar semakin sepi. Kondisi tersebut diketahui sudah berlangsung cukup lama, menurut catatan kalesang.id, ada berbagai aspek yang menjadi dasar sehingga para pedagang enggan berjualan di pasar tersebut.

“Faktor yang paling signifikan yang mempengaruhi karena pedagang tidak memiliki tempat di Pasar Syariah Sasa.” Kata Ketua Pemuda Kelurahan Sasa, Abdul Harits Amin dalam live di program Kalesang Kampung beberapa waktu lalu.

Selain itu, Harits menyebutkan, harga sewa di dalam Pasar Syariah Sasa Ternate diperkirakan cukup mahal yang membuat para pedagang enggan menempati lokasi yang telah disediakan.

Makanya, kata Harits, perlu adanya komunikasi intens yang dilakukan oleh pemerintah dengan para pedagang, dan diberikan keringanan serta intensif kepada pedagang yang secara ekonomi tidak mampu.

BACA JUGA: Besok Tim Hukum IDI Kota Ternate Layangkan Somasi Kedua ke RSUD ChB

Terbaru, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Nursida DJ Mahmud membenarkan, bahwa para pedagang memang enggan masuk dan menempati pasar tersebut.

Menurutnya, pihaknya sejak dulu telah melakukan penerapan untuk mencari solusi akan hal itu. Makanya, lanjut dia, pihak kelurahan juga menjadi penting untuk menata lingkungan agar para pedagang tidak berjualan di bahu jalan.

“Itu tergantung kelurahan untuk menata lingkungan, kelurahan harus ekstra. Kami sudah berulang-ulang untuk melakukan penerapan.” Aku Nursida, Selasa (29/8/2023).

Meski begitu, Nursida menambahkan pihaknya tentu juga tidak tinggal diam, makanya ke depan akan fokus kembali untuk menata Pasar Syariah Sasa.

“Jumlah pedagang itu di sana kalau saya hitung-hitung mendekati 60 orang. Tapi yang berjualan sekarang tinggal 3 orang.” Pungkasnya.

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel