Membaca Realitas

Damkar Ternate Catat 27 Kasus Kebakaran Sepanjang Awal 2026, Didominasi Korsleting Listrik

Ternate, Kalesang – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate mencatat sebanyak 27 peristiwa kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Mei 2026. Kebakaran tersebut didominasi insiden rumah warga, termasuk kebakaran terbaru yang menghanguskan bangunan sekolah di Pulau Moti.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate, Naim Syafar, mengatakan selain menangani kebakaran, pihaknya juga menerima puluhan laporan nonkebakaran selama periode yang sama.

“Total ada sekitar 72 kasus nonkebakaran yang kami tangani. Mayoritas berupa evakuasi hewan buas dan penanganan sarang tawon,” ujar Naim, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Empat Pelabuhan di Ternate Diusulkan Dikembangkan untuk Perkuat Konektivitas Laut 

Ia menyebut, insiden kebakaran terakhir terjadi di bangunan milik SMA Negeri 7 Ternate yang berada di Pulau Moti. Bangunan sekolah tersebut dilaporkan hangus terbakar.

Menurut Naim, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan penyebab kebakaran di Kota Ternate masih didominasi korsleting listrik dan kelalaian penggunaan kompor.

Untuk menekan angka kebakaran, Damkar Kota Ternate berencana meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta lingkungan sekolah terkait langkah pencegahan dini.

“Kami akan lebih intens memberikan edukasi kepada warga maupun pelajar agar memahami cara mencegah kebakaran,” katanya.

Baca Juga: BPS Catat Pengangguran di Maluku Utara, Didominasi Perempuan dan Lulusan Sarjana

Naim juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi petugas saat melakukan pemadaman, terutama di kawasan permukiman padat dan wilayah kepulauan.

“Akses menuju lokasi di pulau-pulau menjadi kendala tersendiri karena harus melalui jalur laut,” ujarnya.

Selain memperkuat penanganan kebakaran, Damkar juga akan meningkatkan kapasitas personel melalui pelatihan teknis, khususnya dalam penanganan evakuasi hewan berbahaya.

Di akhir keterangannya, Naim mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melakukan langkah mitigasi apabila muncul potensi kebakaran. Warga juga diminta tidak mendekati area kebakaran saat proses pemadaman berlangsung guna menghindari risiko korban jiwa.

“Petugas Damkar selalu siap siaga untuk menangani setiap kejadian kebakaran,” pungkasnya.