Oleh: Aldi Soamole
Sejak terbengkalai mereka hanya memandang.
Dibiarkan seakan-akan tak berharga
Kini mereka mengangap merekalah pemiliknya.
Dari tahun ke tahun aku dibiarkan begitu sajan. Bahkan dianggap tak berguna
Semenjak dijadikan tempat wisata dan punya penghasilan, mereka rebut dari pemilik yang sebenarnya.
Jembatan dibuat bukan dasar peduli
Melainkan untuk diri sendiri, hingga tak tahu kemanakah hasil yang didapati.
Ini bukan soal siapa benar,
Melainkan ini soal sejarah
Jangan buat saudara menjadi darah.
Tuntaskan batas wilayah wisata sekarang,
Segera pemerintah daerah dan desa turun tangan.
Sebab, Jangan sampai parang adalah solusi terakhir kita.
Jika tak mau saudara menjadi darah,
Maka solusi terakhir adalah kembalikan pada asalnya.
