Membaca Realitas

Desak Cabut Izin Tambang, Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-wato Demo

TERNATE (kalesang) – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-wato menggelar unjuk rasa di kediaman Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) di Kota Ternate, Maluku Utara.

Mereka mendesak Gubernur Maluku Utara AGK segera mencabut izin usaha pertambangan (IUP) PT. Priven Lestari di Kabupaten Halmahera Timur yang luas wilayahnya kurang lebih sebesar 4.953 hektare.

Kordinator Lapangan Fardin Basrah mengatakan, Maluku Utara masuk dalam dapur ekonomi secara nasional, lewat kebijakan proyek strategi nasional (PSN) yang turut dilegitimasi lewat pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Terkhususnya di Kabupaten Halmahera Timur yang memiliki total luasan IUP sebesar 173.681.11 hektare yang dimiliki oleh 20 perusahaan tambang.” Kata Fardin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/9/2023).

“Desa Buli saat ini telah terancam dengan adanya IUP yakni PT. Priven Lestari yang luas wilayah konsesinya sebesar 4.953 hektare yang IUP-nya tidak lebih 1 kilometer dari pemukiman warga.” Sambungnya.

Apalagi, kata dia, letak IUP PT. Priven Lestari berada di pegunungan curam di tubuh Gunung Wato-wato dan juga hutan di kawasan pegunungan Wato-wato masuk dalam kawasan hutan lindung.

Baginya, banjir dan meluapnya sungai-sungai adalah ancaman yang pastinya terjadi jika PT. Priven Lestari menambang di belakang Buli, Kabupaten Halmahera Timur.

Belum lagi, lanjutnya, warga Buli yang sudah menjadikan Gunung Wato-wato sebagai sumber penghidupan mata air, karena terdapat 9 badan sungai, 5 sumber mata air bersih yang menghidupkan 8 desa.

Untuk, Fardin menyatakan, Gunung Wato-wato menjadi sumbu penghidupan bagi warga Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur.

Menurutnya, dokumen persyaratan izin lingkungan yang diajukan PT. Priven Lestari ke Pemprov Maluku Utara adalah manipulasi dan tidak berdasarkan kenyataan dan kondisi sebenarnya.

“Serta membahayakan keselamatan dan ruang hidup masyarakat Buli.” Ujarnya.

Adapun tuntutan Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-wato:

1. Mendesak Gubernur Maluku Utara agar cabut izin PT. Priven Lestari

2. Mendesak kepala dinas terkait segera melakukan investigasi atas manipulasi dokumen AMDAL PT. Priven Lestari

3. Mendesak pemerintah daerah segera menghentikan aktivitas perusahaan PT. Priven Lestari

4. Mendesak aparat kepolisian untuk hentikan proses hukum terhadap 11 warga yang dilaporkan PT. Priven Lestari

5. Mendesak Komnas HAM untuk melakukan investigasi atas dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan PT. Priven Lestari, pemerintah dan aparat kepolisian.

6. Mendesak Menteri ESDM untuk segera hentikan dan cabut izin tambang PT. Priven Lestari

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel