Sungai Sagea Diduga Tercemar, Kadis ESDM Maluku Utara: No Coment!
TERNATE (kalesang) – Sampai saat masalah warna air sungai Sagea, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara masih terus menjadi perbincangan hangat di semua kalangan.
Sejauh ini, jawaban dan pernyataan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum diterima oleh warga maupun mahasiswa yang peduli akan masalah tersebut.
Pada Senin (18/9/2023), Koalisi Selamatkan Sagea (SEKA) menggelar demo di kediaman Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK).
Massa aksi ingin bertemu langsung dengan Gubenur AGK. Karena massa aksi menilai hasil uji lapangan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sangat kontradiksi dengan kondisi yang ada di sungai Sagea.
Baca Juga: Soal Sungai Sagea Halmahera Tengah, Ini yang Diusul DPRD Malut ke Gubernur AGK
Perubahan warna air di sungai Sagea ini sudah terjadi sejak awal Agustus 2023. Namun sampai saat ini warna air yang ada di salah satu surga warga Sagea, yakni Boki Maruru belum juga kembali seperti sebelumnya.
Pada 8 September 2023, Komisi III DPRD mengundang DLH untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait dengan sungai Sagea. Usai pertemuan, pada saat awak media meminta Kepala DLH Maluku Utara, Fachruddin Tukuboya untuk wawancara, yang bersangkutan enggan memberikan komentar.
“Nanti tanya saja ke DPRD.” Kata Fachruddin.
Baca Juga: Ruang Hidup Warga Buli Halmahera Timur Dikepung Perusahaan Tambang
Selain itu, pada Jumat 15 September 2023, Komisi III DPRD mengundang Kepala Dinas (Kadis) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku Utara, Suriyanto Andily untuk membahas terkait PT Priven Lestari di Halmahera Timur.
Usai pertemuan di hotel Grand Majang, awak media sempat wawancara Kepala Dinas ESDM Maluku Utara terkait masalah Sagea. Lagi-lagi yang bersangkutan tidak mau berkomentar.
“Saya no coment.” Singkatnya.
Editor: Junaidi Drakel
