TERNATE (kalesang) – Sejumlah mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Kantor Walikota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Senin (13/11/2023).
Massa dari Solidaritas Aksi Mahasiswa untuk Rakyat Indonesia (Samurai) Maluku Utara memprotes masalah galian C dan pasar.
Berdasarkan amatan kalesang.id di lokasi, massa aksi dan pihak keamanan sempat terjadi adu mulut hingga terjadi kericuhan. Meski demikian, kericuhan dengan cepat diselesaikan. Aksi pun kembali dilanjutkan.
Koordinator Presidum Samurai Maluku Utara, Fahri Haya menyampaikan, terhitung sejak tahun 2017 hingga sekarang, CV Dragon atas izin DLH Kota Ternate melakukan aktivitasnya di Kelurahan Sulamadaha.
Akitivitas galian C tersebut, lanjutnya, sudah lama dikeluhkan warga hingga berakhir dengan aksi protes warga setempat, tepatnya di RT 01/RW 01, sebab sebagian rumah warga terancam roboh dengan adanya galian C tersebut.
“Untuk sementara waktu ini DLH menutup aktivitas galian C, alasannya karena menemukan sejumlah masalah di lapangan yang dianggap fatal. Misalnya, dugaan penyalahgunaan izin pemerataan lahan yang disulap menjadi galian C.” Kata Fahri, Senin (13/11/2023).
Parahnya, dia menyampaikan, sudah 6 tahun beroperasi tetapi pihak CV Dragon tidak memiliki izin yang jelas. Namun, sejauh ini tidak ada ketegasan dari dinas terkait untuk mengevaluasi CV Dragon yang terbukti melakuan kesalahan fatal secara fisik maupun prosedural.

Sementara, kata Fahri, berdasarkan peraturan perizinan, jarak aman aktivitas penambangan galian C terhadap pemukiman warga mencapai 50 meter, tetapi fakta di lapangan jarak aman aktivitas CV Dragon hanya berkisar 5-10 meter dari pemukiman warga.
“Itu yang disebabkan sebagian rumah warga setempat terancam roboh akibat jaraknya terlalu dekat, dan juga bukan hanya ancaman longsor, tetapi masyarakat setempat juga resah akibat dari aktivitas alat berat yang beroperasi di tambang tersebut.” Tegasnya.
Selain masalah galian C di Kelurahan Sulamadaha, Samurai Maluku Utara juga menyoroti masalah pasar di Kota Ternate. Mereka memprotes tata ruang dan ketertiban, yang mana sebagian pasar terjadi kekosongan, penurunan pendapatan, ketidaklayakan tempat dan tidak ada pemerataan tempat.
“Sehingga sebagian pedagang berjualan di tempat yang tidak layak.” Teriak Fahri.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate Abdullah H. M. Saleh mengapresiasi adanya masalah-masalah yang disampaikan pihak Samurai Maluku Utara dan dirinya akan menyampaikan ke pimpinan dalam hal ini walikota.
“Nanti saya sampaikan dan diskusikan ke pimpinan untuk mengambil langkah-langkah terkait aspirasi yang adik-adik sampaikan.” Ujar Abdullah saat menemui massa aksi.
Terkait dengan masalah pasar, Plt Kepala Disperindag Kota Ternate, Nursida Mahmud mengaku, hampir setiap hari pihaknya terus mengontrol masalah di pasar.
“Kita akan tertibkan kalau masih ada pedagang yang berjualan di luar.” Katanya.
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
