Gunung Ibu Level Awas, Desa Sangaji Nyeku Dikosongkan
TERNATE (kalesang) – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara (Malut) masih berstatus level IV atau awas. Desa Sangaji Nyeku di Kecamatan Ibu Utara, Halbar pun dikosongkan.
Alasan dikosongkannya Desa Sangaji Nyeku sebagaimana rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) karena kenaikan status Gunung Ibu dari level III ke level IV.
Dimana, atas kenaikan level itu, maka radius jarak 4 kilometer dari puncak kawah utama harus dikosongkan dari segala jenis aktivitas masyarakat, termasuk wisatawan dan pendaki gunung.
PVMBG juga menetapkan perluasan sektoral berjarak 7 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif. Artinya, Desa Sangaji Nyeku masuk dalam sektor tertentu di bagian utara mulut kawah yang juga harus dikosongkan.
Sebab, wilayah Desa Sangaji Nyeku hanya berjarak 6 kilometer dan berada tepat berhadapan langsung dengan bukaan kawah bagian utara. Dan wilayah itu masuk dalam kawasan rawan bencana erupsi Gunung Ibu dan penduduk yang ada di situ harus dievakuasi.
“Status Gunungapi Ibu masih bertengger di level IV (AWAS) sejak Kamis (16/5/2024). Sejumlah upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh seluruh unsur forkompimda Kabupaten Halmahera Barat bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, tak terkecuali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).” Kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Minggu (19/5/2024).
“Dua hari setelah kenaikan status itu, BNPB melalui Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan (Kedeputian 5) bersama tim Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat mengunjungi Desa Sangaji Nyeku, Kecamatan Ibu Utara.” Jelasnya.
BACA JUGA: Gunung Ibu Erupsi, Kolom Abu Setinggi 4000 Meter, Warga 7 Desa Dievakuasi
Pada saat berada di lokasi, lanjut Muhari, Gunung Ibu tidak banyak menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkaniknya. Hanya terlihat hembusan asap berwarna putih dari sisi bukaan kawah bagian utara. Tim PVMBG pun juga sebelumnya turun ke lokasi tersebut untuk perekaman data visual melalui pesawat nirawak.

BACA JUGA: Status Gunung Ibu Naik Jadi Level Awas, Warga Halmahera Barat Diimbau Tidak Panik
Dikatakan, Tim BNPB tidak sendirian. Di lokasi itu ada 4 Babinsa yang mendampingi. Babinsa ini juga bertugas untuk pengamanan warga dan wilayah selama penduduk desa tersebut dievakuasi ke lokasi pengungsian. Menurut keterangan Babinsa, sebagian besar warga sudah dievakuasi di dua titik, yakni di Desa Tongute Ternate Asal dan Gam Ici yang berada di Kecamatan Ibu Tengah.
Dari hasil monitoring yang dilakukan selama kurang lebih 15 menit itu, memang terlihat bahwa desa tersebut lengang dari aktivitas penduduk. Akan tetapi, masih ada beberapa warga yang terlihat masih berada di sana.
Saat dijumpai, warga mengaku bahwa jika kondisi aman dan pada saat siang hari, biasanya masih ada satu-dua warga yang kembali ke rumah untuk memastikan kondisi rumah aman selama mereka tinggal sementara di pengungsian. Jika matahari sudah condong ke arah barat atau ada tanda-tanda erupsi yang besar, maka mereka akan segera kembali ke pengungsian untuk istirahat dan menyelamatkan diri.
“Kalau siang, kami kadang pulang untuk memeriksa keadaan dan kondisi rumah. Tapi jelang sore kami kembali ke pengungsian.” Jelas seorang warga sebagaimana disampaikan Muhari.
Dengan kondisi demikian, Deputi 5 BNPB Lilik Kurniawan kemudian memberikan imbauan kepada warga agar tidak terlalu sering kembali ke rumah selama belum ada rekomendasi dari pihak PVMBG dan pemerintah daerah setempat yang memperbolehkan untuk pulang ke rumah.
Lilik juga memastikan bahwa seluruh fasilitas dan kebutuhan dasar warga pengungsi sudah terpenuhi. Dapur umum, toilet bersih hingga pelayanan kesehatan sudah tersedia di tiap-tiap lokasi pengungsian. Sehingga warga dipastikan dapat lebih terjamin selama berada di pengungsian.
“Karena mash level IV dan belum ada rekomendasi untuk kembali ke rumah, maka sebaiknya tidak pulang-pulang dulu.” Kata Lilik.
Lilik juga meyakinkan masyarakat bahwa selama mereka berada di pengungsian, ada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berpatroli memastikan keamanan. Lebih dari itu, Lilik juga mengatakan bahwa kehadiran BNPB, BPBD, dan Babinsa menjadi wujud bahwa pemerintah mulai dari pusat hingga level desa/kelurahan telah bersinergi untuk keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi.
Reporter: Rahmat Akrim
Editor: Redaksi
