TERNATE, Kalesang – Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, resmi menggelar seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Doktor (S-3) Tahun Akademik 2025–2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyelenggaraan pendidikan doktoral perdana di lingkungan kampus tersebut.
Seleksi berlangsung di Gedung Pusat Teknologi Informasi dan Data (PTID) IAIN Ternate pada Selasa (4/11/2025). Sebanyak 20 calon mahasiswa mengikuti ujian yang dimulai pukul 09.00 WIT hingga menjelang siang, dalam suasana tertib dan kondusif.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, M.A., menjelaskan bahwa jumlah pendaftar Program Doktor mencapai 26 orang. Namun, setelah proses verifikasi dan finalisasi data, hanya 22 peserta dinyatakan memenuhi syarat, dan 20 di antaranya mengikuti ujian hari ini, sementara dua lainnya dijadwalkan mengikuti ujian susulan.
“Materi ujian mencakup Tes Bahasa Inggris (TOEFL), Tes Bahasa Arab (TOAFL), Tes Potensi Akademik (TPA), serta wawancara rancangan proposal disertasi,” jelas Adnan. Ia menambahkan, hasil ujian akan diumumkan pada Rabu 5 Oktober 2025,, sebelum dilanjutkan dengan proses pembayaran SPP/UKT dan kegiatan orientasi studi.
Lebih lanjut, Adnan yang juga merupakan bakal calon Rektor IAIN Ternate periode 2025–2029—menyebutkan bahwa orientasi studi akan difokuskan pada pemahaman sistem perkuliahan dan strategi penyelesaian studi doktoral.
“Mahasiswa baru perlu memahami mekanisme dan tahapan studi di tingkat doktor agar mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan hasil yang berkualitas,” ujarnya.
Menurut Adnan, penyelenggaraan seleksi ini menjadi momen bersejarah bagi IAIN Ternate. Tahun 2025 menjadi tonggak awal penerimaan mahasiswa program doktor, dengan antusiasme pendaftar yang melampaui target.
“Awalnya kami menargetkan hanya sepuluh pendaftar, tetapi ternyata jumlahnya mencapai 22 orang. Ini menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk melanjutkan studi di Program Doktor IAIN Ternate,” ungkapnya.
Program doktor di IAIN Ternate resmi dibuka setelah terbitnya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1409 Tahun 2025, yang menjadi dasar hukum penyelenggaraan pendidikan doktoral di kampus tersebut.
Selain menawarkan mutu akademik yang kompetitif, biaya pendidikan program ini juga tergolong terjangkau—yakni sebesar Rp6 juta per semester. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di wilayah Maluku Utara dan sekitarnya.
“Dengan dimulainya seleksi perdana ini, IAIN Ternate menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul, modern, dan berwawasan global, sekaligus mencetak lulusan doktor yang berintegritas dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.” Tutupnya.
Reporter: Airin A.Taher
Editor: Wendi Wambes
