Membaca Realitas

Warga Kawasi Tuntut Tanggung Jawab PT Harita atas Rusaknya Lingkungan dan Layanan Dasar

Ternate,Kalesang – Sebelumnya, aksi yang dilakukan oleh WALHI Maluku Utara bersama warga Desa Kawasi, Pulau Obi, akecamatan Halmahera Selatan, terkait dampak pertambangan nikel terus mendapat dukungan dari warga terdampak.

Hingga saat ini, masyarakat Desa Kawasi masih melakukan aksi protes terhadap aktivitas pertambangan yang dijalankan oleh PT Harita Grup, karena dinilai telah merusak sumber-sumber kehidupan mereka.

Seorang warga Kawasi, Sofiana Nanlesii, saat diwawancarai Kalesang.id Sabtu (29/11/2025) mengungkapkan bahwa aktivitas tambang telah menyebabkan kerusakan parah pada kebun-kebun warga. Limbah tambang disebut telah mencemari lahan pertanian dan merusak seluruh tanaman yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Selain itu, akses menuju kebun juga semakin sulit akibat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan.

Tidak hanya itu, Sofiana menjelaskan bahwa air bersih yang dahulu dengan mudah diperoleh di sungai kini sudah tidak dapat digunakan lagi.

Air sungai yang sebelumnya jernih tempat warga mandi, mencuci, dan mengambil air minum, kini berubah warna menjadi cokelat dan tidak layak konsumsi. Akibatnya, warga terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sekarang kami harus membeli air galon. Dalam satu hari bisa sampai enam galon karena air kali sudah tidak bisa dipakai lagi akibat tambang PT Harita,” ujar Sofiana.

Sementara Abadan Nomor warga Kawasi juga mengaku, selain persoalan air, warga juga mengeluhkan kondisi listrik yang sering padam. Pemadaman listrik terjadi hampir setiap minggu, membuat warga terpaksa membeli lilin untuk penerangan pada malam hari.

Lebih lanjut, Abadan menuturkan bahwa hingga kini belum ada respons serius dari pemerintah terkait keluhan pemadaman listrik tersebut.

Menurutnya, pemerintah baru akan bertindak jika warga melakukan aksi protes. Jika tidak, keluhan warga kerap diabaikan.

Ia juga menyayangkan banyaknya janji yang pernah disampaikan pihak perusahaan terkait perbaikan listrik, namun hingga kini belum pernah direalisasikan.

“Janji dari perusahaan sudah terlalu banyak, tapi tidak pernah ditepati,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah dan pihak perusahaan segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan lingkungan serta menjamin kembali akses air bersih dan listrik bagi masyarakat Desa Kawasi, jika tidak kami terus bersuara.

“Suara kami tidak bisa dibungkam jika hak kami diabaikan”tandasnya.

 

Redaktur : Caca

Reporter : Badruddin Allazim Salim