Ribuan Guru Hadiri Puncak Perayaan HUT PGRI ke-80 di Kota Ternate
Kalesang – Ribuan guru di Kota Ternate, Maluku Utara menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Dhuafa Center Kota Ternate itu dibuka dihadiri langsung Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman beserta unsur Forkopimda Kota Ternate.
Ketua PGRI Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, peringatan HUT ke-80 PGRI bukan sekadar seremoni melainkan momentum refleksi sekaligus peneguhan kembali semangat juang para pendiri PGRI.
Dikatakan, di Kota Ternate, semangat dedikasi guru-guru terus tumbuh dengan penuh keikhlasan, mengajar dari pusat kota hingga Moti, Hiri, dan Batang Dua yang setiap harinya berjuang mencerdaskan anak bangsa.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang telah menjalankan tugas mulia ini tanpa mengenal lelah, meski menghadapi berbagai keterbatasan,” ujar Rizal, pada Selasa (9/12/2025).
Sebagai organisasi profesi, lanjutnya, PGRI Kota Ternate berkomitmen menjadi pelindung, pengayom, serta wadah perjuangan moral dan intelektual bagi para guru.
Disampaikan, PGRI Kota Ternate juga terus memperkuat perlindungan profesi, khususnya dalam kasus-kasus yang berkaitan dengan tugas pendidikan di sekolah agar guru tidak berjuang sendiri; meningkatkan kompetensi melalui workshop, seminar, kolaborasi dengan perguruan tinggi, dan pemanfaatan teknologi; memperkuat konsolidasi organisasi agar tetap kuat, unitaristik, independen, dan non-partisan; serta menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Daerah sebagai mitra dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Ternate.
“Kami juga berharap Pemerintah Pusat dan DPR RI memperhatikan berbagai aspirasi guru, khususnya terkait penyempurnaan regulasi pendidikan, penguatan perlindungan guru, keberlanjutan Tunjangan Profesi Guru (TPG), percepatan penyelesaian sertifikasi guru, serta kebijakan rekrutmen honorer menjadi ASN (PNS/PPPK) secara adil,” jelasnya.
Ia menambahkan, delapan puluh tahun perjalanan PGRI telah mencatat sejarah panjang perjuangan guru Indonesia berjuang melawan kebodohan, menjaga keutuhan bangsa, hingga memajukan pendidikan di era reformasi dan transformasi digital.
“Kini tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu di Ternate, membentuk generasi muda yang berkarakter, cerdas, kreatif, dan berdaya saing global,” katanya Rizal.
Menurut dia, guru adalah pilar dari setiap kemajuan pendidikan. Kualitas bangsa ini tergantung pada kualitas pembelajaran yang guru lakukan di kelas setiap hari.
“Teruslah menjadi guru tangguh, karena ketangguhan seorang guru adalah fondasi kokoh pendidikan bermutu. Dan pendidikan yang bermutu adalah jalan utama menuju Indonesia Maju, termasuk Ternate yang lebih cerdas, berdaya, dan berkemajuan,” tutur Rizal.
Reporter: Rahmat
Editor: Redaksi
