Membaca Realitas

Realisasi 98 Persen, Pajak Ternate Yakin Lampaui Target Rp 2,6 Triliun

TERNATE, Kalesang – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ternate, Maluku Utara, menyatakan optimisme dalam mencapai target penerimaan pajak tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp 2,6 triliun. Hingga November 2025, realisasi penerimaan telah melampaui 98 persen.

Optimisme itu disampaikan Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Ternate, Nuria Fajar, saat ditemui di kantornya pada Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, KPP Pratana Ternate terus memaksimalkan kemudahan akses bagi Wajib Pajak (WP) yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Maluku Utara, yakni Ternate, Tidore, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Taliabu, Sanana, dan Sofifi.

“Untuk wilayah kepulauan seperti Maluku Utara, kami menghadirkan KP2KP (Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan) di Tidore, Sanana, dan Labuha agar pelayanan lebih mudah dijangkau,” ujar Nuria.

Selain layanan tatap muka, KPP Ternate juga mengoptimalkan layanan digital melalui WhatsApp, email, serta kanal informasi resmi di media sosial @pajakternate. Berbagai layanan seperti pendaftaran NPWP, pengukuhan PKP, hingga penerbitan surat keterangan bebas dapat diakses secara daring.

Nuria menjelaskan, pengawasan terhadap kepatuhan WP dilakukan secara intensif karena Indonesia menganut sistem Self-Assessment, di mana WP berkewajiban menghitung, melaporkan, dan membayar pajaknya secara mandiri.

Ia juga memaparkan mekanisme penindakan bagi WP yang menunggak pajak. Tahapan itu dimulai dari Surat Teguran, Surat Paksa, blokir rekening, pencegahan ke luar negeri, hingga penahanan dan lelang aset.

“Penagihan ada langkah-langkahnya, mulai dari teguran, paksa, blokir rekening, sampai pencegahan luar negeri dan penahanan,” tegasnya.

Dari sisi penerimaan, Pajak Penghasilan (PPh) Badan menjadi kontributor terbesar dengan capaian 41 persen hingga November 2025. Dari sektor usaha, pergudangan dan transportasi mendominasi dengan sumbangan 53 persen.

Sepanjang 2025, KPP Ternate juga aktif melakukan sosialisasi, mulai dari aktivasi akun E-Korteks, pelaporan SPT Tahunan, hingga kegiatan edukasi seperti Pajak Bertutur di sekolah dan kampus.

“Kami berupaya memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak di wilayah kepulauan agar target penerimaan pajak dapat tercapai,” tutup Nuria.

Reporter : Niar Naraya
Redaktur : Yunita Kaunar