TERNATE, Kalesang –Kuliner lokal Rhoa Z sukses mencatat omzet fantastis. Berawal dari modal hanya Rp 40 ribu, usaha rumahan ini kini menjelma menjadi salah satu brand kuliner kebanggaan Ternate, dengan omset mencapai puluhan juta per bulan.
Fatma Abu Bakar Owner Rhoa Z, yang memiliki beberapa produk olahan makanan, saat di temui Jumat, (12/12/2025), mengenang perjalanan penuh jatuh-bangun sejak mulai merintis usaha pada 2019. Dengan modal minim, ia membuat peyek kacang dan menitipkannya ke berbagai kios.
“Modal pertama Rp 40 ribu. Awalnya saya taruh peyek di 40 kios dengan harga Rp 25 ribu per bungkus,” kenangnya.
Namun langkah awal itu tidak berjalan mulus. Fatma sempat memasukkan 20 item produk ke Swalayan Tara No Ate, tetapi hanya satu yang terjual. Dari harga jual Rp 17 ribu, ia hanya menerima Rp 15 ribu. Meski kecil, pengalaman tersebut menjadi pemicu semangatnya.
“Di tahun 2019 itu memang belum ada apa-apanya. Tapi saya tetap semangat. Dari titipan di kios, saya masih bisa dapat Rp 800 ribu dalam dua sampai tiga hari. Dua minggu kemudian, penjualan di swalayan itu naik jadi Rp 30 ribu. Saya terus jalan,” ujarnya.
Perlahan tapi pasti, produksi peyeknya meningkat dari 2 kg menjadi 10 kg per hari. Ia juga memperluas jaringan distribusi hingga 56 kios, di mana Kios Falajawa menjadi titik penjualan terlaris dengan penjualan mencapai 150 item.
Inovasi Produk, Kunci Melejitnya Rhoa Z
Kesuksesan Fatma tidak hanya bertumpu pada peyek. Ia terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai olahan khas Maluku Utara seperti manisan pala basah, manisan pala kering, olahan kenari, hingga air guraka yang kini menjadi produk unggulan.
Tahun 2022 menjadi titik penting bagi Rhoa Z. Fatma meluncurkan rangkaian produk baru seperti Air Guraka, Kopi Rempah, Bagea, Halua Kenari, Sambal Roa, Garo Rica, dan Abon. Produk-produk ini tak hanya dipasarkan di Ternate, tetapi sudah menjangkau Jakarta Barat, Tangerang, hingga Ambon melalui penjualan daring dan luring—di antaranya melalui Shopee, WhatsApp, Facebook, toko oleh-oleh, kios, dan Swalayan Tara No Ate. Harga produknya mulai dari Rp 25 ribu.
Raih Berbagai Penghargaan
Perjalanan Fatma turut diwarnai prestasi bergengsi. Beberapa di antaranya, Penghargaan Industri Syariah dari Bank Indonesia, Penghargaan Siddhakarya kategori TKM Berkembang dari Gubernur Maluku Utara, Gani Kasuba, Penghargaan Usaha Peningkatan Pendapatan Kabupaten/Kota pada 2022, Penghargaan dari Dinas Ketenagakerjaan pada 2023
Pada 2022, Fatma juga masuk 15 besar Industri Syariah Indonesia (Serumbi) dan mewakili daerah ke Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Dari sana, ia mendapat binaan Bank Indonesia dan bahkan membawakan seminar mengenai komoditas kenari, mulai dari proses tumbuh, pengeringan, hingga pemanfaatan menyeluruh.
Kini dengan omzet stabil di angka Rp 30–35 juta per bulan, Fatma mulai menatap pengembangan usaha yang lebih besar.
“Harapan ke depan, Rhoa Z bisa semakin maju. Saya ingin punya admin khusus untuk mengelola marketplace supaya penjualan online lebih maksimal,” tutupnya penuh optimisme.
Reporter : Niar Naraya
Redaktur : Yunita Kaunar

