Ternate, Kalesang – Polsek Kawasan Pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate meningkatkan pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 dengan menggelar operasi penegakan hukum terhadap peredaran dan penyelundupan minuman beralkohol ilegal di wilayah Pelabuhan Ahmad Yani.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) sebagai langkah antisipatif guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seiring meningkatnya arus penumpang yang keluar dan masuk Kota Ternate menjelang Nataru.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Ahmad Yani, Iptu Mirna Oramali mengatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), diperkirakan jumlah penumpang yang masuk ke Ternate akan lebih banyak dibandingkan dengan yang keluar.
“Pengamanan dilaksanakan oleh Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) dengan peningkatan intensitas sesuai kondisi terkini,” ujar Iptu Mirna.
Selain pengamanan rutin, pihak kepolisian juga akan mendirikan posko pemantauan di dalam area pelabuhan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Sementara itu, posko pelayanan juga disiapkan di depan Markas Polsek Pelabuhan Ahmad Yani guna memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya penumpang yang melakukan perjalanan mudik.
Iptu Mirna menegaskan, seluruh kapal yang keluar dan masuk Pelabuhan Ahmad Yani akan dipantau secara ketat oleh KP3. Razia akan difokuskan pada minuman beralkohol ilegal, barang terlarang, serta obat-obatan terlarang sesuai dengan instruksi Kapolri, Kapolda, dan Kapolres Ternate.
“Kapal yang keluar masuk akan diawasi secara langsung, dan razia akan terus dilakukan untuk menekan peredaran barang-barang ilegal,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya petugas berhasil mengamankan sebanyak 418 botol minuman beralkohol ilegal yang diangkut menggunakan kapal dari Manado.
“Saya selalu menekankan kepada anggota untuk memaksimalkan razia terhadap setiap kapal yang keluar dan masuk pelabuhan,” pungkas Iptu Mirna.
Reporter: Badruddin A. Salim
Editor: Wendi Wambes
