Karantina Maluku Utara Perketat Pengawasan Pelabuhan Jelang Nataru
TERNATE, Kalesang – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan, Maluku Utara perketat pengawasan lalu lintas komoditas di seluruh pintu masuk dan keluar wilayah Maluku Utara menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Rabu (24/12/2025).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas orang dan barang selama masa libur akhir tahun.
Kepala Karantina Maluku Utara, Sugeng Prayogo, mengatakan pengawasan difokuskan pada pencegahan masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
“Pada periode Nataru, lalu lintas orang dan barang, termasuk komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan, cenderung meningkat. Karena itu, kami memastikan seluruh komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan perkarantinaan,” ujar Sugeng Prayogo.
Pengawasan dilakukan secara serentak di sejumlah titik vital, di antaranya Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Pelabuhan Tobelo, Pelabuhan Bacan dan Morotai, Pelabuhan Sanana, Pelabuhan Bastiong, serta Pelabuhan Jailolo.
Selain itu, pemeriksaan intensif juga menyasar alat angkut laut seperti KM Labobar, KM Portlink, dan KM Aksar Saputra. Dari hasil pengawasan di lapangan, seluruh komoditas yang diperiksa dinyatakan telah memenuhi prosedur karantina.
“Hasil pengawasan menunjukkan tidak ditemukan pelanggaran. Seluruh komoditas telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Berdasarkan data Karantina Maluku Utara, aktivitas layanan karantina cenderung meningkat signifikan saat musim libur. Pada periode Nataru tahun sebelumnya, jumlah sertifikat karantina yang diterbitkan mencapai 3.783 sertifikat, meningkat tajam dibandingkan rata-rata bulanan sekitar 1.700 sertifikat.
Sepanjang tahun 2025, Karantina Maluku Utara juga mencatat tindakan tegas terhadap komoditas ilegal atau tidak laik, dengan rincian penahanan sebanyak 55 kali, penolakan 8 kali, dan pemusnahan 47 kali.
“Kami bekerja 24 jam untuk memastikan pengawasan dan pelayanan tetap berjalan optimal selama libur Nataru,” tegas Sugeng.
Dalam pelaksanaan pengawasan, Karantina Maluku Utara berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti TNI AD, Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KP3), dan PT PELNI, guna menjaga keamanan serta kelestarian sumber daya hayati di Maluku Utara.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
