Membaca Realitas

Dispersip dan Unkhair Matangkan KKN Tematik Literasi, 270 Mahasiswa Siap Diterjunkan ke 27 Kelurahan

Ternate, Kalesang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun (Unkhair) serta para camat menggelar rapat pematangan penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi di Kantor Wali Kota Ternate.

Program KKN Tematik Literasi merupakan bagian dari program Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, didampingi Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Ternate, Fahruddin Ginting, serta Ketua Panitia KKN Tahap I Unkhair, Aziz Hasyim.

Sebanyak 270 mahasiswa akan mengikuti program KKN Tematik Literasi dan ditempatkan di 27 kelurahan di Kota Ternate. Sesuai jadwal, para mahasiswa akan diserahkan secara resmi oleh LPPM Unkhair kepada Pemerintah Kota Ternate pada Senin, 22 Juni 2026, di Kantor Wali Kota Ternate.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dispersip Kota Ternate, Nona Lethulur, mengatakan rapat tersebut bertujuan menyinkronkan pelaksanaan program dengan para camat dan lurah yang nantinya akan berperan sebagai orang tua asuh mahasiswa selama menjalankan KKN.

“Rapat ini untuk menyinkronkan program dengan camat dan lurah karena mereka akan menjadi orang tua asuh mahasiswa. Dispersip juga melakukan pendampingan sehingga tercipta kerja kolaboratif yang baik. Sekda sangat merespons positif program ini dan bahkan telah memberikan pembekalan kepada mahasiswa KKN pada sesi pertama di Kampus Akehuda Unkhair,” ujar Nona, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai program studi dan akan menjalankan KKN selama lebih dari satu bulan dengan fokus pada penguatan ekosistem literasi di tingkat kelurahan.

“Melalui program ini kami berharap dapat meningkatkan dan memperkuat budaya literasi di masyarakat. Targetnya adalah melahirkan kelurahan literasi yang dapat menjadi role model sehingga tingkat literasi masyarakat terus meningkat dan mendukung Ternate sebagai Kota Literasi,” katanya.

Nona menambahkan, berbagai program literasi akan diperkuat selama pelaksanaan KKN, di antaranya kegiatan membaca nyaring, pengembangan literasi berbasis inklusi sosial, serta beragam kegiatan edukatif dalam gerakan Cerdas Literasi Berdampak yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, program KKN Tematik Literasi diharapkan mampu memperluas akses literasi sekaligus mendorong tumbuhnya budaya baca dan belajar di lingkungan kelurahan,” pungkasnya.