Membaca Realitas

Pemkot Ternate Siapkan Konsep UMKM Kopi Mobil Klasik di Pantai Falajawa

 

TERNATE, Kalesang – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate berencana menata kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penjual kopi dengan konsep unik berbasis mobil klasik. Gagasan tersebut terinspirasi dari hasil kunjungan kerja ke Kota Manado dan akan diterapkan sebagai bagian dari penguatan UMKM sekaligus penataan ruang kota.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan Pemkot akan mulai membuka pendaftaran bagi pelaku UMKM penjual kopi pada pekan depan. Para pelaku usaha ini rencananya akan ditempatkan di kawasan Zona III Pantai Falajawa.

“Paling tidak apa yang kita lihat dan dapatkan di Manado, seperti penataan kawasan Megamas, cukup menarik. Di sana, pelaku UMKM penjual kopi memanfaatkan mobil sebagai sarana berjualan,” ujar Rizal, Minggu (4/1/2026).

Ia menjelaskan, di Kota Ternate nantinya aktivitas penjualan kopi akan difokuskan di sepanjang kawasan dari Jembatan Residen hingga ikon I Love Ternate di Taman Falajawa. Pedestrian akan dimanfaatkan dengan penataan kursi bagi pengunjung, sementara kendaraan yang digunakan untuk berjualan akan dipindahkan kembali setelah aktivitas selesai.

Menurut Rizal, kebijakan ini tidak hanya bertujuan memperkuat peran UMKM, tetapi juga menciptakan keteraturan ruang kota. Selama ini, aktivitas berjualan di atas pedestrian masih terkesan tidak tertata dan menyebar di berbagai titik.

“Dengan belajar dari Manado, pelaku UMKM akan dilokalisir berdasarkan zonasi, sehingga kawasan kota menjadi lebih rapi, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Selain Pantai Falajawa, Pemkot Ternate juga akan melakukan penataan di sejumlah kawasan lain, di antaranya Pandara Kananga Lapak Kuliner, kawasan Zole Majiko Dufa-Dufa, ruang terbuka Tulang Ikan, serta Dermaga Semut. Penataan tersebut akan disesuaikan dengan fungsi masing-masing ruang publik.

Rizal menambahkan, saat ini Zona I telah dimanfaatkan di Taman Nukila melalui kegiatan Car Free Day, sedangkan Zona II berada di Lapangan Gelora Kie Raha yang digunakan untuk kegiatan Car Free Night.

“Penguatan fungsi ruang kota akan terus dilakukan, terutama konsistensi pemanfaatan pedestrian, penataan pedagang kaki lima, serta pengembalian fungsi jalur pejalan kaki yang selama ini beralih fungsi,” pungkasnya.