TERNATE, Kalesang – Kesejahteraan petani di Provinsi Maluku Utara mengalami sedikit penurunan pada akhir 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 turun sebesar 0,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku Utara, Evida Karismawati, menyampaikan bahwa NTP Maluku Utara pada Desember 2025 berada di angka 103,77, menurun dari 104,38 pada November 2025.
“Penurunan NTP ini disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani, sementara indeks harga yang dibayar petani justru mengalami kenaikan,” ujar Evida, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, secara umum indeks harga yang diterima petani tercatat turun sebesar 0,24 persen. Sebaliknya, indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen, sehingga berdampak pada melemahnya daya tukar petani.
Menurut Evida, komoditas bawang merah menjadi salah satu penyumbang utama penurunan indeks harga yang diterima petani. Selain itu, komoditas pala biji juga memberikan andil terhadap penurunan tersebut. Sementara dari sisi pengeluaran, kenaikan harga beras serta nilai tukar turut membebani indeks harga yang dibayar petani.
Berdasarkan subsektor, penurunan terdalam terjadi pada Tanaman Perkebunan Rakyat yang merosot hingga 0,88 persen. Disusul subsektor Tanaman Pangan yang turun sebesar 0,29 persen. Sebaliknya, subsektor Hortikultura masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,49 persen, sementara sektor Perikanan mengalami kenaikan sebesar 0,59 persen.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) di Maluku Utara juga mengalami koreksi sebesar 0,33 persen menjadi 109,55 pada Desember 2025. Evida menambahkan, selain fluktuasi harga komoditas hasil panen, faktor biaya produksi seperti ongkos angkut dan upah pemanenan turut memengaruhi kondisi usaha pertanian selama periode tersebut.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
