SNBP 2026 Mulai Dibuka, Warek I Unkhair Dorong Sekolah di Maluku Utara Optimalkan Kuota Prestasi
TERNATE, Kalesang – Pendaftaran akun sekolah dan siswa dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 resmi dibuka. Jalur pertama yang dapat diakses adalah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yang diperuntukkan bagi siswa eligible sesuai kuota masing-masing sekolah.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Khairun (Unkhair), Dr. Hasan Hamid, M.Si, mengimbau seluruh sekolah di Provinsi Maluku Utara agar memanfaatkan kuota SNBP secara maksimal, sehingga tidak ada siswa berprestasi yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
“Kami berharap sekolah-sekolah lebih siap dan proaktif, agar tidak lagi terjadi siswa eligible yang gagal mendaftar hanya karena kendala administrasi,” ujar Hasan, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, SNPMB 2026 dilaksanakan melalui tiga jalur seleksi, yakni SNBP, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur Mandiri. Ketiga jalur tersebut juga diberlakukan di Universitas Khairun.
Untuk jalur SNBP, kuota penerimaan mahasiswa baru ditetapkan minimal 20 persen bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berstatus Badan Layanan Umum (BLU), Satuan Kerja (Satker), maupun PTN Badan Hukum (PTN BH). Sementara itu, jalur SNBT memiliki kuota minimal 40 persen untuk PTN BLU dan Satker, serta 30 persen bagi PTN BH. Adapun jalur Mandiri dibatasi maksimal 30 persen untuk PTN BLU dan Satker, serta 50 persen bagi PTN BH.
Terkait jadwal, Hasan menyebutkan registrasi akun sekolah pada sistem SNPMB dibuka mulai 5 hingga 26 Januari 2026. Sekolah yang telah memiliki akun pada tahun sebelumnya tidak diwajibkan melakukan pendaftaran ulang.
Sementara itu, registrasi akun siswa jalur SNBP dijadwalkan berlangsung pada 12 Januari hingga 18 Februari 2026. Adapun registrasi akun siswa jalur SNBT dibuka mulai 12 Januari hingga 7 April 2026.
Pada pelaksanaan SNPMB 2026, terdapat ketentuan tambahan bagi peserta SNBP, yakni kewajiban memiliki nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Kementerian.
“Nilai TKA menjadi syarat tambahan selain nilai rapor serta prestasi akademik maupun non-akademik,” jelasnya.
Hasan juga mengingatkan pihak sekolah agar lebih cermat dalam proses pendaftaran akun dan pengisian data siswa, guna menghindari terulangnya kasus siswa eligible yang gagal mengikuti SNBP sebagaimana terjadi pada pelaksanaan SNPMB tahun sebelumnya.
Di Universitas Khairun, sejumlah program studi tercatat memiliki tingkat persaingan tinggi, di antaranya Pendidikan Dokter, Teknik Informatika, Teknik Pertambangan, Farmasi, Psikologi, serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Ia menambahkan, kuota siswa eligible ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah.
“Sekolah berakreditasi A dapat mengajukan 40 persen siswa terbaik, akreditasi B sebesar 25 persen, dan akreditasi C sebanyak 5 persen. Selain itu, sekolah yang telah menggunakan sistem e-Rapor memperoleh tambahan kuota sebesar lima persen,” tandasnya.
Reporter : Airin A.Taher
Editor : Yunita Kaunar
