Fenomena Atmosfer Aktif, BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem di Maluku Utara
TERNATE, Kalesang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Babullah Ternate mengingatkan masyarakat di Provinsi Maluku Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Babullah Ternate, Fahmi Bachdar, mengatakan kondisi cuaca di Maluku Utara saat ini dipengaruhi oleh aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), serta sirkulasi udara di wilayah Kalimantan dan Samudra Pasifik Utara Papua. Fenomena tersebut memicu pertemuan dan perlambatan massa udara di wilayah Maluku Utara.
“Dari dua fenomena itu, yaitu perlambatan dan pertemuan massa udara, terjadi penumpukan awan hujan yang mengakibatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Maluku Utara,” ujar Fahmi, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Meski demikian, intensitas hujan diprediksi akan mengalami penurunan secara fluktuatif pada 15 dan 16 Januari 2026, sebelum kembali meningkat pada 17 Januari 2026.
Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Maluku Utara. Secara umum, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Namun, terdapat peluang peningkatan gelombang akibat potensi angin kencang.
“Waspada peluang terjadinya ketinggian gelombang yang mencapai 2 hingga 2,5 meter di beberapa wilayah perairan, seperti perairan Morotai, Loloda, Batang Dua, pesisir barat Halmahera, serta perairan timur Halmahera dan Gebe,” jelasnya.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Obi, perairan utara Mangoli, serta perairan Taliabu. Situasi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor, agar lebih waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG.
Imbauan serupa disampaikan kepada pengguna transportasi laut, terutama pengoperasi dan penumpang speedboat maupun longboat, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Pengguna transportasi laut, terutama speedboat dan longboat, agar selalu berhati-hati dan rutin meng-update informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas,” pungkas Fahmi.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
