Membaca Realitas

Kemenkum Turunkan 119 Taruna Poltekpin Bantu Korban Bencana di Aceh

TERNATE, Kalesang – Kementerian Hukum (Kemenkum) menurunkan sebanyak 119 taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) untuk membantu penanganan korban bencana alam di Aceh. Rombongan tim kemanusiaan tersebut diberangkatkan pada Minggu 11 Januari kemarin.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Maluku Utara, Budi Argap Situngkir, mengapresiasi kehadiran tim Kemenkum di lokasi bencana sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak.

Ia berharap kehadiran para taruna dapat membawa semangat serta membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana.

“Kanwil Kemenkum Malut turut berdonasi, menyampaikan duka cita, mendoakan, dan mendukung percepatan pemulihan bencana di Aceh dan Sumatra,” ujar Argap, Senin (12/1/2026).

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, menjelaskan bahwa para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan selama kurang lebih dua pekan di sejumlah titik lokasi terdampak.

“Kegiatan pengabdian masyarakat akan difokuskan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Aceh Tamiang, rumah ibadah, serta sekolah,” kata Gusti Ayu saat melepas rombongan.

Ia menyampaikan, tim kemanusiaan Kemenkum yang diberangkatkan ke Aceh terdiri atas dosen, pembina, serta 119 taruna Poltekpin. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian sosial tersebut telah melalui koordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Bencana Kementerian Dalam Negeri di Aceh.

“Kami berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana di Aceh untuk mendapatkan arahan terkait mekanisme bantuan serta penentuan wilayah terdampak yang menjadi target kegiatan,” jelasnya.

Gusti Ayu menambahkan, para taruna juga telah dibekali peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan berdasarkan arahan dari satgas bencana setempat.

“Musibah ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap bencana ada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Kepedulian dan gotong royong merupakan kekuatan bangsa untuk bangkit dari musibah,” tutupnya.