Membaca Realitas

Tangkapan Melimpah, Harga Ikan di Ternate Terjun Bebas

TERNATE, Kalesang – Fluktuasi harga ikan yang tajam saat musim puncak tangkapan masih menjadi persoalan utama bagi nelayan di Kota Ternate. Rendahnya daya serap pasar serta pola konsumsi masyarakat yang lebih memilih ikan segar dinilai menjadi penyebab utama jenuhnya pasar ikan lokal.

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Kamaruddin, Selasa (27/1/2026), mengatakan bahwa ketika hasil tangkapan melimpah, harga ikan di Pasar Bastiong Talangame kerap mengalami penurunan drastis.

Ia mencontohkan, harga ikan tuna di tingkat perusahaan bisa mencapai Rp45.000 per kilogram untuk Grade A, namun di pasar lokal terkadang hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram.

“Pasar kita cepat jenuh karena daya serap masih rendah. Masyarakat Ternate pada umumnya belum mau mengonsumsi ikan beku dari cold storage. Mereka lebih mencari ikan segar. Akibatnya, saat ikan banjir, stok menumpuk dan harga langsung jatuh,” ujar Kamaruddin.

Ia menjelaskan, meski PPN Ternate telah menyediakan fasilitas cold storage di dalam area pelabuhan, para pengusaha perikanan masih ragu menyimpan stok ikan dalam jangka waktu lama. Hal ini disebabkan kekhawatiran ikan beku sulit terserap di pasar lokal.

“Pengusaha takut menyimpan terlalu lama karena minat masyarakat terhadap ikan beku masih rendah. Ke depan, kami akan terus mendorong pelaku usaha agar memanfaatkan fasilitas penyimpanan, terutama menjelang bulan Ramadan, supaya stok tetap terjaga dan stabilitas harga bisa dipertahankan,” tandas Kamaruddin.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar