Membaca Realitas

Penerimaan Januari Capai Rp38,86 Miliar, Bea Cukai Ternate Jaga Momentum 2026

TERNATE, Kalesang — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Ternate mencatat realisasi penerimaan sebesar Rp38,86 miliar hingga akhir Januari 2026. Kinerja penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai di awal tahun ini menunjukkan tren positif sebagai pijakan menuju target tahunan.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC Ternate, Ary Patria Sanjaya, menyampaikan bahwa capaian tersebut setara dengan 9,15 persen dari target penerimaan tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp424,678 miliar untuk wilayah Maluku Utara.

“Realisasi Januari ini menjadi pijakan awal yang baik. Ini mencerminkan kesinambungan kinerja yang telah dibangun sepanjang 2025, terutama dalam fungsi pengawasan dan pelayanan,” ujar Ary.

Berdasarkan data internal, sektor bea masuk masih menjadi kontributor terbesar dalam struktur penerimaan pada bulan pertama tahun ini. Aktivitas impor sejumlah komoditas melalui pelabuhan di Maluku Utara turut menopang capaian tersebut.

Ary menjelaskan, optimalisasi pengawasan terhadap barang impor, peningkatan kepatuhan pengguna jasa, serta penguatan asistensi kepada pelaku usaha menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas penerimaan negara.

“Kami tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga melakukan pendampingan dan edukasi kepada importir agar kewajiban kepabeanan dapat dipenuhi secara benar dan tepat waktu,” katanya.

Selain berperan sebagai revenue collector, Bea Cukai Ternate juga menjalankan fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance. Menurut Ary, keseimbangan antara pengawasan dan fasilitasi menjadi kunci dalam menjaga iklim usaha tetap kondusif.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, serta pelaku industri terus diperkuat guna mendukung kelancaran arus barang dan menjaga tingkat kepatuhan.

“Sinergi lintas sektor sangat penting, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara yang memiliki tantangan logistik tersendiri. Dengan kolaborasi yang baik, penerimaan negara bisa optimal tanpa menghambat aktivitas perdagangan,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian perdagangan global dan fluktuasi harga komoditas, capaian awal tahun ini dinilai sebagai sinyal optimisme. Bea Cukai Ternate menargetkan tren positif tersebut dapat dipertahankan hingga triwulan berikutnya.

“Penerimaan kepabeanan dan cukai pada akhirnya kembali ke masyarakat melalui berbagai program pembangunan. Karena itu, kami berkomitmen menjaga momentum ini sepanjang 2026,” pungkasnya.