Membaca Realitas

Alarm Ketahanan Pangan, Produksi Beras Maluku Utara Turun 27,51 Persen

TERNATE, Kalesang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara merilis angka tetap luas panen dan produksi padi sepanjang tahun 2025. Hasilnya menunjukkan produksi beras di Maluku Utara mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data BPS, total produksi beras selama periode Januari hingga Desember 2025 tercatat menyusut sebesar 27,51 persen dibandingkan capaian pada tahun 2024.

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Drs. Simon Sapary, M.Sc., menjelaskan bahwa tren penurunan produksi sebenarnya telah terlihat sejak akhir tahun 2025, khususnya pada periode Subround III atau September hingga Desember.

“Produksi beras Subround III atau periode September sampai Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 1,06 ribu ton atau turun 25,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ujar Simon, Senin (2/3/2026).

Secara bulanan, produksi beras sepanjang 2025 menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Produksi tertinggi terjadi pada awal tahun, yakni Januari sebesar 2,56 ribu ton dan Februari 2,02 ribu ton. Namun, angka tersebut terus menurun pada bulan-bulan berikutnya dan sempat mencapai titik terendah pada Juli 2025 dengan produksi hanya sekitar 0,45 ribu ton.

Sementara itu, memasuki tahun 2026, BPS juga merilis angka potensi produksi beras. Pada Januari 2026, produksi diperkirakan mencapai 1,47 ribu ton, kemudian Februari sebesar 1,37 ribu ton, dan Maret diproyeksikan berada di angka 1,28 ribu ton.

Penurunan produksi beras ini menjadi perhatian serius terhadap kondisi ketahanan pangan di Maluku Utara, mengingat beras merupakan komoditas pangan utama masyarakat.

Simon menambahkan, BPS akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan luas panen dan hasil produksi guna menyediakan data akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pemerintah daerah ke depan.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar