Membaca Realitas

Didorong Besi dan Baja, Ekspor Maluku Utara Awal Tahun 2026 Meningkat

TERNATE, Kalesang – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Maluku Utara pada Januari 2026 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat nilai ekspor daerah ini mencapai US$1.167,08 juta atau sekitar US$1,16 miliar, meningkat 8,40 persen dibandingkan Januari 2025.

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, mengatakan kenaikan ekspor tersebut terutama didorong oleh komoditas unggulan sektor pertambangan dan industri pengolahan yang masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Total nilai ekspor sepanjang Januari 2026 mengalami peningkatan sebesar 8,40 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama nilai ekspor disumbang oleh komoditas besi dan baja (HS 72) sebesar 53,84 persen,” ujar Simon, Senin (2/3/2026).

Selain besi dan baja, komoditas nikel (HS 75) turut memberikan kontribusi signifikan dengan andil 37,97 persen. Sementara bahan kimia anorganik (HS 28) menyumbang 8,17 persen dari total ekspor Maluku Utara.

Dari sisi pasar tujuan, Tiongkok masih menjadi negara utama ekspor Maluku Utara dengan pangsa mencapai 100 persen dari total nilai ekspor pada Januari 2026.

Di sisi lain, nilai impor Maluku Utara juga mengalami peningkatan cukup tajam. Pada Januari 2026, impor tercatat sebesar US$318,14 juta, naik 38,29 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$230,04 juta.

Menurut Simon, kenaikan impor terutama dipicu oleh masuknya komoditas garam, belerang, dan kapur (HS 25) yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total impor, yakni 34,36 persen.

Meski impor meningkat signifikan, neraca perdagangan Maluku Utara tetap mencatatkan surplus. Sepanjang Januari 2026, surplus perdagangan mencapai US$848,94 juta, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$846,60 juta.

“Kondisi ini menunjukkan kinerja perdagangan luar negeri Maluku Utara masih berada pada jalur positif,” pungkasnya.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar