TERNATE, Kalesang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara merilis data terbaru terkait indikator pariwisata daerah. Pada Januari 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Maluku Utara tercatat sebesar 23,56 persen.
Angka tersebut merupakan gabungan tingkat hunian hotel berbintang, hotel nonbintang, serta berbagai jenis akomodasi lainnya di seluruh wilayah Maluku Utara. Dibandingkan Desember 2025, TPK mengalami penurunan sebesar 1,76 poin.
Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Drs. Simon Sapary, menjelaskan bahwa penurunan tingkat hunian pada awal tahun merupakan kondisi yang umum terjadi dalam siklus pariwisata.
“TPK hotel bintang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, namun menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebagai bentuk normalisasi setelah tingginya hunian pada Desember 2025,” ujar Simon, Senin (2/3/2026).
Secara rinci, hotel klasifikasi bintang mencatatkan TPK tertinggi sebesar 43,27 persen. Meski turun 3,12 poin dibandingkan Desember 2025, angka tersebut justru menunjukkan kenaikan signifikan secara tahunan (year-on-year) sebesar 6,60 poin dibandingkan Januari 2025.
Sementara itu, kelompok hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencatat tingkat hunian sebesar 19,82 persen, atau turun 1,54 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Simon, kondisi pada sektor akomodasi nonbintang dipengaruhi oleh permintaan pasar yang cenderung melemah di awal tahun.
“TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya hanya meningkat tipis dibandingkan tahun lalu dan kembali menurun dibandingkan bulan sebelumnya akibat terbatasnya permintaan,” tambahnya.
Data BPS juga menunjukkan tren TPK gabungan selama satu tahun terakhir yang bersifat fluktuatif. Puncak tingkat hunian umumnya terjadi pada akhir tahun, sebelum kembali mengalami koreksi pada Januari sebagai bagian dari siklus tahunan aktivitas pariwisata dan bisnis di Maluku Utara.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
