Membaca Realitas

Malut Halal Fair 2026 Resmi Digelar, BI Sediakan Rp933 Miliar untuk Kebutuhan Lebaran

TERNATE, Kalesang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku Utara menggelar Malut Halal Fair 2026 yang terintegrasi dengan layanan penukaran uang melalui program Serambi, bertempat di Duafa Center Ternate. Rabu (4/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem halal value chain sekaligus memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang Idulfitri.

Kepala KPw BI Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan Malut Halal Fair tahun ini merupakan bagian dari gerakan National Halal Fair yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai Maluku Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, mengingat sekitar 75 persen penduduknya beragama Islam.

“Potensi kita sebenarnya cukup besar, namun pengembangannya masih banyak yang bisa didorong. Fokus kami tahun ini pada program Zona Khas (Kuliner Halal Aman Sehat) serta program Gemasi Hati atau sertifikasi halal gratis yang terus kami genjot realisasinya,” ujar Handi.

Ia menjelaskan, Bank Indonesia bersama Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate tengah menyiapkan kawasan kuliner di Pantai Sulamadaha dan Danau Tolire untuk diluncurkan sebagai Zona Khas pada tahun ini.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 4–7 Maret 2026 tersebut juga diisi dengan sosialisasi literasi ekonomi syariah serta business matching pembiayaan syariah yang bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk menarik partisipasi generasi muda, BI Maluku Utara turut menggelar berbagai kompetisi, di antaranya cerdas cermat ekonomi syariah, lomba business plan, dakwah syariah, hingga kompetisi berbasis profesi seperti halal chef dan modest fashion.

Handi menilai potensi wastra lokal Maluku Utara, khususnya Tenun Ternate dan Tidore, memiliki peluang besar menembus pasar global jika dikembangkan melalui industri modest fashion.

“Kami ingin mendorong desainer lokal agar mampu menggarap potensi modest fashion sehingga dapat menjangkau pasar internasional, sebagaimana pelaku usaha lain yang sudah tampil di Paris dan New York Fashion Week,” kata Handi.

Selain penguatan ekosistem halal, BI juga menyediakan layanan penukaran uang melalui program Serambi. Hingga saat ini, realisasi penukaran uang langsung tercatat mencapai Rp16 miliar, sementara melalui perbankan telah mencapai Rp149 miliar.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Idulfitri, BI Maluku Utara menyiapkan persediaan uang tunai sebesar Rp933 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Stok tahun ini sangat longgar. Kami menyediakan Rp933 miliar agar masyarakat dapat terlayani secara optimal,” jelas Handi.

Melalui Malut Halal Fair 2026, Bank Indonesia berharap literasi masyarakat terhadap sektor halal semakin meningkat. Sertifikasi halal dinilai bukan lagi sekadar label, melainkan menjadi syarat penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar hingga tingkat global.

“Harapannya, jika akses pasar semakin luas dan produksi berjalan kontinu, maka penyerapan lapangan kerja di Maluku Utara juga akan meningkat,” pungkas Handi.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar