Membaca Realitas

Takjil Laris Manis di Ternate, Pedagang Akui Omzet Naik Selama Ramadan

TERNATE, Kalesang – Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi para pedagang takjil di Kota Ternate. Salah satunya terlihat di kawasan pasar, di mana para pedagang mulai menjajakan aneka kue untuk berbuka puasa sejak pagi hari.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (7/3/2026), berbagai jenis kudapan khas seperti pelita, salam sagu, hingga pisang coe menjadi primadona bagi para pengunjung yang berburu takjil. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau sehingga diminati masyarakat.

Salah satu pedagang, Narsi, mengatakan kue pelita dan salam sagu dijual dengan harga Rp10.000 untuk lima buah. Sementara pisang coe juga dibanderol dengan harga yang sama. Ia juga menjual risol dengan harga Rp5.000 untuk tiga buah.

“Pelita lima biji Rp10.000, salam sagu juga lima biji Rp10.000. Pisang coe sama, lima biji Rp10.000. Kalau risol tiga biji Rp5.000,” ujar Narsi.

Ia menjelaskan seluruh kue yang dijual disajikan dalam kondisi segar. Bahkan beberapa jenis kue seperti lapis masih hangat saat dijajakan kepada pembeli.

Menurut Narsi, jumlah pengunjung yang datang membeli takjil di lapaknya belakangan ini meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.

“Semua ada, lapisnya juga masih panas. Akhir-akhir ini pengunjung ramai sekali, setiap hari ada yang belanja,” katanya.

Lapak takjil milik Narsi mulai beroperasi sejak pukul 09.00 WIT hingga menjelang waktu berbuka puasa. Ia mengaku berjualan takjil di pasar saat Ramadan sudah menjadi rutinitas tahunan yang dijalani.

Selama bulan Ramadan, pendapatan yang diperoleh pun meningkat cukup signifikan. Dalam sehari, ia bisa meraup omzet lebih dari Rp500 ribu.

“Selama Ramadan Alhamdulillah pendapatan meningkat. Setiap hari bisa dapat Rp500 ribu ke atas,” pungkasnya.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar