Membaca Realitas

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Bandara Sultan Babullah Ternate Siagakan Posko Terpadu

TERNATE, Kalesang – Bandara Sultan Babullah Ternate menyiapkan Posko Terpadu guna mengantisipasi lonjakan penumpang dalam beberapa pekan ke depan. Posko tersebut akan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026 sebagai pusat pemantauan arus penumpang lintas moda transportasi. Senin (9/3/2026).

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Budi Karya Sumadi agar seluruh simpul transportasi memperkuat koordinasi pelayanan selama periode peningkatan mobilitas masyarakat.

Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara Sultan Babullah Ternate, Zainal Abidin, mengatakan posko tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

“Posko ini terpadu antara moda udara, darat, dan laut. Stakeholder yang terlibat mulai dari Balai Monitoring, karantina ikan, karantina hewan, karantina kesehatan, hingga aparat keamanan dan tim SAR,” ujar Zainal.

Menurutnya, posko tersebut berfungsi sebagai pusat informasi bagi masyarakat sekaligus memberikan bantuan teknis apabila terjadi kendala operasional di lapangan. Langkah ini juga diambil karena adanya prediksi peningkatan jumlah penumpang yang berangkat sekitar 7 hingga 10 persen.

Selain kesiapan operasional, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga mengeluarkan kebijakan pengurangan tarif hingga 50 persen untuk sejumlah komponen jasa kebandarudaraan.

Potongan tersebut meliputi Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), jasa pendaratan, penempatan pesawat, serta penyimpanan pesawat udara. Kebijakan ini berlaku mulai 14 hingga 29 Maret 2026.

“Pemerintah pusat berharap dengan adanya pengurangan pada empat komponen tersebut, harga tiket pesawat bisa lebih rendah,” jelas Zainal.

Meski diprediksi terjadi peningkatan jumlah penumpang, hingga kini pihak bandara belum menerima informasi dari maskapai terkait penambahan rute maupun penerbangan tambahan (extra flight). Ia menyebut keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan maskapai sesuai kebutuhan pasar.

Di sisi lain, Bandara Sultan Babullah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan global, khususnya dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Pengamanan di objek vital nasional, termasuk bandara, diperketat dengan penambahan personel dari Tentara Nasional Indonesia.

“Untuk saat ini kondisi tetap aman. Namun kami tetap melakukan langkah antisipatif melalui patroli rutin. Ada juga penambahan personel TNI untuk menjaga objek vital di bandara,” tegas Zainal.

Pihak bandara juga mengimbau calon penumpang agar mematuhi aturan keselamatan penerbangan serta menjaga ketertiban selama berada di area bandara demi kelancaran perjalanan.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar