Haltenga, Kalesang – Melalui program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), kelompok petani di Desa Sumber Sari, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, berhasil memanen terong sebanyak 248 kilogram. Kamis (9/4/2026).
Panen ini merupakan yang kedua sejak masa tanam dimulai. Meski masih tahap awal, hasil tersebu menunjukkan potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan.
Panen ini merupakan panen kedua sejak masa tanam dimulai. Meski masih dalam tahap awal, capaian tersebut dinilai menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk pengembangan ke depan.
Salah satu anggota kelompok, Arfan Bahtiar, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.500 pohon terong yang dikelola. Ia optimistis hasil panen akan terus meningkat.
“Ini baru dua kali panen. Ke depan, kami menargetkan hasil panen bisa mencapai 6 hingga 7 ton,” ujarnya.
Dari sisi pemasaran, hasil panen petani juga telah memiliki kepastian pasar. Terong yang dihasilkan diserap oleh pembeli dari kawasan lingkar tambang di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, yang merupakan area aktivitas industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan perusahaan terkait lainnya.
“Para pembeli bahkan datang langsung ke lokasi untuk mengambil hasil panen dengan harga yang telah disepakati sebesar Rp6.000 per kilogram. Dengan sistem ini, petani tidak lagi melayani pembeli eceran dari luar daerah,” bebernya.
Skema kemitraan tersebut dinilai sangat membantu karena memberikan kepastian harga dan pemasaran, sehingga petani dapat lebih fokus meningkatkan produksi.
Para petani mengaku kehadiran program TEKAD membawa dampak positif, tidak hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga peningkatan kapasitas dan wawasan dalam mengelola usaha pertanian secara berkelanjutan.
Pendampingan intensif juga terus dilakukan fasilitator kecamatan, Harmiyati dalam pendampingan terus memberikan edukasi teknis serta mendorong inovasi bagi para petani.
“Kami akan terus mendampingi petani, memberikan ide, serta membantu mereka agar tetap semangat dalam mengembangkan usaha. Harapannya, ekonomi masyarakat bisa tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat serta dukungan program pemerintah, sektor pertanian mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa.
“Demplot terong di Sumber Sari kini tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga inspirasi bagi petani lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha tani mereka,” pungkasnya.

