Membaca Realitas

Mudik Idul Adha 2026 di Ternate Mulai Diprediksi Ramai, Pelni Kerahkan Empat Kapal Penumpang

Ternate, Kalesang – PT PELNI (Persero) Cabang Ternate mulai mempersiapkan layanan angkutan laut menghadapi arus mudik Idul Adha 1447 Hijriah. Sedikitnya empat armada disiagakan untuk melayani penumpang yang diperkirakan mulai meningkat pada 22 Mei 2026.

Meski demikian, peningkatan jumlah pemudik diprediksi tidak setinggi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepala Cabang PT PELNI Ternate, M. Lutfi Israr Sutan, menyebut pergerakan penumpang pada Idul Adha biasanya cenderung stabil, namun tetap perlu diantisipasi karena bertepatan dengan masa libur sekolah.

“Secara umum tidak ada lonjakan besar seperti Nataru, tetapi kami tetap melakukan persiapan karena waktunya bertepatan dengan libur sekolah,” kata Lutfi.

Sebagai langkah antisipasi, Pelni telah mengusulkan dispensasi kapasitas penumpang dan membangun koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk KSOP dan Pelindo. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang di pelabuhan.

Menurut Lutfi, ketersediaan kursi pada kapal yang beroperasi saat ini masih mencukupi. Namun, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas apabila terjadi peningkatan jumlah penumpang selama masa mudik.

“Kalau ada dispensasi tetap harus memperhatikan hasil pemeriksaan serta perlengkapan keselamatan di kapal,” ujarnya.

Empat kapal yang akan melayani angkutan Idul Adha dari Ternate terdiri dari KM Dorolonda, KM Sinabung, KM Gapulu, dan KM Tatamailau. Kapal-kapal tersebut melayani sejumlah rute di wilayah Indonesia Timur, termasuk jalur menuju Tual hingga Merauke.

Salah satu armada, KM Tatamailau, memiliki kapasitas sekitar 1.000 penumpang dengan perkiraan tingkat keterisian mencapai 80 persen selama periode mudik.

Sementara itu, beberapa daerah tujuan yang diperkirakan mengalami peningkatan penumpang di antaranya Ambon, Baubau, dan Makassar. Meski ada kenaikan, Pelni menilai jumlahnya masih berada dalam kategori normal.

Di sisi lain, KM Sangiang yang biasanya turut melayani rute penumpang belum dapat dioperasikan karena masih menjalani proses docking.

Pelni juga meminta masyarakat untuk membeli tiket melalui jalur resmi, terutama lewat aplikasi PELNI Mobile, guna menghindari antrean panjang dan potensi penyalahgunaan tiket.

“Kami berharap masyarakat tidak naik kapal tanpa tiket. Pembelian secara online lebih praktis dan aman,” tutup Lutfi.