Membaca Realitas

Inflasi Maluku Utara Juni 2026 Capai 5,05 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Transportasi dan Pangan

Ternate, Kalesang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Juni 2026 sebesar 5,05 persen. Kenaikan harga terjadi di hampir seluruh kelompok pengeluaran dengan sektor transportasi dan makanan menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi.

Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arosid, mengatakan inflasi tahunan tersebut merupakan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di dua wilayah, yakni Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Tengah.

“Pada Juni 2026, inflasi year-on-year Provinsi Maluku Utara sebesar 5,05 persen dengan IHK sebesar 115,76. Inflasi di Kota Ternate tercatat sebesar 5,48 persen, sedangkan Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 3,11 persen,” ujar Harim saat menyampaikan rilis resmi BPS, Rabu (1/7/2026).

Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arosid. (Foto: Istimewa)

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 2,45 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 5,16 persen.

“Inflasi terutama dipicu  kenaikan harga pada 10 kelompok pengeluaran. Kelompok transportasi mencatat inflasi tertinggi sebesar 12,22 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,73 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,69 persen. Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi sebesar 0,35 persen,” bebernya.

Menurutnya, sejumlah komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan antara lain tarif angkutan udara, ikan cakalang, bensin, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, ikan malalugis, ikan tuna, minyak goreng, beras, cabai rawit, dan air kemasan. Sebaliknya, tarif angkutan laut, kangkung, bawang putih, cabai merah, serta beberapa komoditas lainnya menjadi penyumbang deflasi.

“Dari sisi kontribusi kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi dengan andil 2,34 persen, disusul transportasi sebesar 1,25 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,49 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,42 persen,” jelasnya.

BPS juga mencatat inflasi Maluku Utara pada Juni 2026 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Juni 2025, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,01 persen, sedangkan pada Juni 2026 meningkat menjadi 5,05 persen.