TERNATE, Kalesang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat kinerja perdagangan luar negeri pada Semester I 2026 mengalami pertumbuhan positif. Nilai ekspor sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai US$8.341,91 juta, atau meningkat 21,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, mengatakan peningkatan ekspor tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan internasional Maluku Utara masih tumbuh kuat di tengah dinamika ekonomi global.
“Secara kumulatif, nilai ekspor Maluku Utara pada Januari–Juni 2026 mencapai US$8.341,91 juta atau naik 21,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Harim.
Secara bulanan, nilai ekspor Maluku Utara pada Juni 2026 tercatat sebesar US$1.464,15 juta. Angka tersebut meningkat 48,47 persen dibandingkan ekspor pada Juni 2025.
Di sisi lain, nilai impor Maluku Utara juga mengalami peningkatan. Selama Januari hingga Juni 2026, nilai impor mencapai US$3.582,98 juta, atau tumbuh 35,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pada Juni 2026, nilai impor tercatat sebesar US$757,83 juta, meningkat 35,16 persen dibandingkan Juni 2025.
Meski impor mengalami kenaikan, kinerja perdagangan luar negeri Maluku Utara masih mencatatkan surplus yang signifikan. Hingga akhir Juni 2026, neraca perdagangan Maluku Utara mencatat surplus sebesar US$4.758,93 juta.
Harim menjelaskan, surplus tersebut menunjukkan nilai ekspor masih jauh lebih besar dibandingkan impor. Kondisi ini menjadi indikator positif terhadap kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Maluku Utara pada paruh pertama tahun 2026.
