Membaca Realitas

Panen Perdana Demplot Garam Telaga Ijo Tembus 500 Kilogram, TEKAD Dorong Ekonomi Warga Pulau Gebe

HALTENG, Kalesang – Demonstration Plot (Demplot) Garam (Gasi) Telaga Ijo di Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, mencatat hasil menggembirakan dengan panen perdana mencapai 500 kilogram garam. Keberhasilan ini menjadi bukti potensi pengembangan tambak garam sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir di Maluku Utara.

Panen raya yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) itu dihadiri Tim Pelaksana Kabupaten (TPK) Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pemerintah Desa Umiyal, pendamping program, serta kelompok penerima manfaat tambak garam.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Halmahera Tengah sekaligus TPK Program TEKAD Kabupaten, Amir Hasyim, mengatakan capaian panen tersebut merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat Desa Umiyal dengan pendamping Program TEKAD dalam mengoptimalkan potensi lokal Telaga Ijo.

“Hasil panen mencapai 500 kilogram ini menjadi bukti bahwa potensi lokal dapat dikembangkan melalui pendampingan yang tepat. Kami ingin program ini benar-benar memberdayakan masyarakat dan menjadi stimulus bagi terwujudnya kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan,” kata Amir.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan tambak garam memiliki prospek yang menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Sementara itu, Fasilitator Kabupaten Bidang Pengembangan Ekonomi Program TEKAD Halmahera Tengah, Adam Basirun, menilai produktivitas tambak garam di Desa Umiyal sangat potensial untuk terus dikembangkan.

“Secara teknis dan ekonomi, hasil panen ini menunjukkan bahwa tambak garam Telaga Ijo layak dikembangkan. Fokus kami berikutnya adalah memperkuat kelembagaan ekonomi desa, meningkatkan efisiensi produksi, serta membuka akses pasar agar garam dari Telaga Ijo memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Adam mengatakan pihaknya juga mendorong pengembangan garam premium. Namun, hal tersebut membutuhkan dukungan peralatan produksi yang lebih modern agar kualitas garam semakin meningkat.

Kepala Desa Umiyal, Buhari Gasim, menyampaikan apresiasi kepada Program TEKAD dan DPMD yang telah mendampingi masyarakat hingga berhasil memanen garam dalam jumlah yang cukup besar.

“Kami bersyukur karena hasil panen ini membuktikan bahwa potensi alam Desa Umiyal mampu dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru. Pemerintah desa berkomitmen mendukung keberlanjutan program ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dapat memberikan dukungan lanjutan berupa peralatan dan sarana produksi.

“Tambak garam ini merupakan satu-satunya yang dikembangkan di Maluku Utara. Karena itu, kami berharap ada dukungan dari pemerintah agar pengembangannya dapat terus berlanjut, termasuk menuju produksi garam premium,” ujarnya.

Ketua Kelompok Penerima Manfaat Demplot Gasi Telaga Ijo, Rahmat Sabtu, mengaku bangga atas hasil panen perdana tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota kelompok bersama pendamping Program TEKAD.

“Dulu kami tidak menyangka Telaga Ijo bisa menghasilkan garam sebanyak ini. Keberhasilan panen 500 kilogram semakin memotivasi kami untuk terus mengembangkan tambak garam agar mampu meningkatkan perekonomian anggota kelompok,” katanya.

Rahmat menjelaskan, garam hasil panen dipasarkan di wilayah Kecamatan Pulau Gebe dengan harga Rp10 ribu per kilogram dan mendapat respons positif dari pasar lokal.

Panen perdana ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri garam rakyat di Halmahera Tengah. Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara Program TEKAD, DPMD, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.