Membaca Realitas
728×90 Ads

Dukung JKN untuk Semua, RSI PKU Muhammadiyah Malut Gulirkan Program CSR

TERNATE, Kalesang — Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Maluku Utara menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembiayaan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi masyarakat.

Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Ternate tersebut menyasar masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun peserta yang status kepesertaannya tidak aktif.

Direktur Utama RSIJ Group, DR. dr. Jack Pradono Handojo, MBA, MHA, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam mendukung keberlangsungan Program JKN sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan dan keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Rumah sakit tidak hanya mencari keuntungan, tetapi harus memberikan manfaat bagi lingkungan. Karena itu, kami mengalokasikan dana sosial atau dana dakwah untuk program CSR, termasuk membantu kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat,” ujar Jack di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ternate, Selasa (1/9/2026).

Jack menjelaskan, dana CSR tersebut dimanfaatkan untuk mengaktifkan kembali kepesertaan masyarakat yang berstatus nonaktif serta membantu mendaftarkan masyarakat yang belum menjadi peserta JKN.

“Kegiatan ini kami sinergikan dengan BPJS Kesehatan, sehingga dana CSR yang kami miliki bisa digunakan untuk mengaktifkan kembali peserta nonaktif maupun mendaftarkan peserta baru,” jelasnya.

Ia menilai dukungan fasilitas kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan JKN sebagai program strategis nasional. Keterlibatan RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara dalam Program JKN juga mendorong pihak rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Hal tersebut tidak terlepas dari tingginya proporsi pasien peserta JKN di RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara yang mencapai lebih dari 90 persen dari total kunjungan pasien.

“JKN adalah program yang sangat mulia. Karena itu, harus kita dukung bersama agar keberlanjutannya tetap terjaga. Kami merasakan dukungan BPJS Kesehatan sangat besar. Dengan mayoritas pasien adalah peserta JKN, kami dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar tetap memenuhi standar yang ditetapkan,” ungkapnya.

BPJS Apresiasi Dukungan RSI

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ternate, dr. Meryta O. Rondonuwu, AAK, mengapresiasi kontribusi RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara dalam mendukung Program JKN melalui skema CSR.

Menurut Meryta, program tersebut tidak hanya membantu mengaktifkan kembali peserta yang sebelumnya nonaktif, tetapi juga memperluas cakupan kepesertaan JKN sekaligus membantu meringankan beban pembiayaan yang ditanggung pemerintah.

“Program CSR ini sangat membantu dalam mengaktifkan kembali peserta nonaktif dan memperluas kepesertaan. Ini juga meringankan beban pembiayaan yang harus ditanggung pemerintah,” ujar Meryta.

Ia menjelaskan, dukungan melalui skema CSR memiliki dampak strategis terhadap keberlangsungan Program JKN, terutama di tengah dinamika jumlah peserta yang terus berubah setiap tahun.

Meryta menilai keterlibatan fasilitas kesehatan melalui program sosial seperti yang dilakukan RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan sekaligus memperkuat ekosistem jaminan kesehatan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan seperti RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara. Melalui pendekatan gotong royong dan pemanfaatan dana sosial yang tepat sasaran, kami yakin Program JKN dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta mendukung pencapaian Universal Health Coverage secara berkelanjutan,” katanya.

Meryta berharap sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan melalui program CSR dapat terus dikembangkan. Selain meningkatkan keaktifan kepesertaan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem jaminan kesehatan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

728×90 Ads