Membaca Realitas
728×90 Ads

Pelajar Ternate Diajak Bijak Kelola Uang dan Kenali Investasi Sejak Dini

TERNATE, Kalesang — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara mendorong generasi muda mulai mengenal dan memahami investasi sejak bangku sekolah. Hal itu disampaikan dalam kegiatan “Generasi Muda Ternate Melek Investasi” yang digelar di SMK Negeri 1 Kota Ternate, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026 Maluku Utara yang menyasar ratusan pelajar SMK se-Kota Ternate. Edukasi menghadirkan narasumber dari OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI).

Direktur Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Bayu Samodro, mengatakan jumlah investor pasar modal Indonesia telah menembus lebih dari 30 juta orang. Porsi generasi muda juga terus mengalami peningkatan.

Menurutnya, tingginya minat generasi muda terhadap investasi harus dibarengi dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai agar tidak terjebak dalam keputusan investasi hanya karena mengikuti tren.

Bayu mengajak pelajar mulai membangun kebiasaan mengelola uang sejak dini, termasuk menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung maupun diinvestasikan.

Ia juga mengingatkan generasi muda untuk menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum memilih produk investasi.

“Kenali dulu, baru mulai. Sisihkan, bukan sisakan. Dan jangan mudah tergoda FOMO,” pesan Bayu kepada para pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, Deputi Direktur Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, Halimatus Sa’diyah, memberikan materi mengenai pengenalan OJK, perencanaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan ilegal.

Halimatus memperkenalkan formula sederhana dalam mengelola keuangan. Sebanyak 10 persen dapat disisihkan untuk berbagi, maksimal 20 persen untuk tabungan dan investasi, maksimal 30 persen untuk cicilan, serta minimal 40 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Selain pengelolaan keuangan, pelajar juga diberikan pemahaman mengenai berbagai modus kejahatan keuangan digital, seperti phishing, penyamaran identitas, penipuan berkedok investasi hingga judi online.

Pelajar juga diminta mewaspadai investasi ilegal yang menawarkan keuntungan tidak wajar, menggunakan skema member get member, maupun memanfaatkan figur publik untuk menarik calon korban.

Materi berikutnya disampaikan Kepala Wilayah BEI Sulawesi Selatan, Alberto Fasaamuri Dachi, dengan tema “Siap Hadapi Masa Depan dengan Investasi di Pasar Modal Indonesia.”

Melalui simulasi dan studi kasus sederhana, Alberto menjelaskan pentingnya membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak muda. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dibandingkan hanya mengandalkan tabungan konvensional yang nilainya dapat tergerus inflasi.

Ia juga memperkenalkan pasar modal Indonesia kepada para pelajar serta mengajak mereka memanfaatkan aplikasi IDX Mobile untuk mempelajari dan melakukan simulasi transaksi saham sebelum benar-benar berinvestasi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Dewan APRDI, Mauldy R. Makmur, mengenalkan reksa dana sebagai salah satu instrumen investasi yang dapat menjadi pilihan bagi investor pemula.

Melalui tagline “Uang Jajan Jangan Cuma Numpang Lewat”, Mauldy menjelaskan bahwa reksa dana merupakan wadah investasi yang dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi.

Ia juga memperkenalkan program PINTAR Reksa Dana – SiMUDA Investasiku yang menyasar generasi muda berusia 18 hingga 30 tahun. Program tersebut memungkinkan investasi mulai dari Rp10.000 dengan bebas biaya transaksi.

Menurut Mauldy, sebelum memilih instrumen investasi, investor perlu memahami tiga hal utama, yakni tujuan investasi, jangka waktu, serta tingkat risiko yang siap ditanggung.

Bayu Samodro berharap edukasi tersebut dapat menumbuhkan budaya investasi yang sehat di kalangan pelajar Maluku Utara.

Ia menekankan bahwa investasi bukan hanya mengenai mengejar keuntungan, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola keuangan dan pola pikir jangka panjang.

“Investasi bukan sekadar soal keuntungan, melainkan juga membangun kebiasaan dan pola pikir jangka panjang yang akan sangat berguna ketika mereka mulai memiliki penghasilan sendiri,” ujarnya.

OJK Maluku Utara mengapresiasi dukungan SMK Negeri 1 Kota Ternate, para guru dan tenaga pendidik, BEI, APRDI, seluruh narasumber, serta para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut.

Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda Maluku Utara yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki literasi keuangan dan investasi yang baik.

728×90 Ads