Membaca Realitas

Data Sampah Halmahera Tengah Beda Jauh, KLH Catat 53 Ton per Hari

HALTENG, Kalesang – Data timbulan sampah di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, menunjukkan perbedaan cukup besar antara angka yang disampaikan pemerintah daerah dan data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Tengah menyebut volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Weda pada 2026 berkisar 15–18 ton per hari.

Sementara data KLH/BPLH mencatat timbulan sampah Halmahera Tengah mencapai 53 ton per hari.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar 35–38 ton sampah per hari antara angka yang masuk ke TPA menurut DLH dan total timbulan sampah yang tercatat dalam data KLH/BPLH.

Data KLH/BPLH juga menunjukkan dari total 53 ton sampah per hari tersebut, baru 4,64 persen atau sekitar 2,46 ton per hari yang disebut berhasil dikelola.

Sedangkan 95,36 persen atau sekitar 50,54 ton per hari tercatat belum dikelola.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar sampah yang dihasilkan di Halmahera Tengah belum masuk dalam sistem pengelolaan sampah yang tercatat.

Baca Juga: Krisis Sampah di Jantung Industri Nikel PT IWIP Weda Tengah

Kepala UPTD TPA Weda, Tri Wuryani, mengatakan volume sampah yang masuk ke TPA Weda di Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, saat ini mencapai sekitar 15–18 ton per hari.

Menurut Tri, sebagian sampah dari Weda Tengah dibawa secara mandiri oleh masyarakat dan pelaku usaha.

“Kebanyakan di Weda Tengah dibuang secara mandiri. Kebanyakan penjual buah dan lainnya, mereka balik ke Weda biasanya membawa sampah sendiri dan dibuang ke TPA,” kata Tri saat dikonfirmasi Selasa (18/8/2026).

Tri mengatakan volume sampah yang masuk ke TPA Weda sebenarnya telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, volume sampah yang masuk ke TPA mencapai sekitar 50 ton per hari.

Angka tersebut turun menjadi sekitar 23 ton per hari pada 2025 dan kembali turun menjadi 15–18 ton per hari pada 2026.

Menurut Tri, penurunan tersebut dipengaruhi sosialisasi pengelolaan sampah dan penyediaan sejumlah tempat pembuangan sampah.

Namun, penurunan volume sampah yang masuk ke TPA tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh sampah telah dikelola. Perbedaan dengan data KLH/BPLH justru menunjukkan adanya bagian sampah yang belum masuk ke sistem pengelolaan atau belum tercatat dalam alur pengangkutan menuju TPA.

Perbedaan angka juga ditemukan pada data pengelolaan sampah di kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Informasi yang dipublikasikan melalui situs resmi perusahaan menyebut volume sampah domestik yang dikelola di kawasan industri telah mencapai lebih dari 20 ton per hari.

Namun, Manager External Relations PT IWIP Lukman Hakim memberikan angka berbeda ketika dikonfirmasi Senin (1/9/2026).

Baca Juga:IWIP Klaim 78 Persen Sampah Diolah, Sampah Masih Menumpuk di Lingkar Tambang

Berdasarkan data Semester I 2026, yakni Januari hingga Juni, Lukman menyebut timbulan sampah di kawasan industri rata-rata sekitar 10 ton per hari atau sekitar 300 ton per bulan.

“Pada Semester I 2026, timbulan sampah PT IWIP mencapai sekitar 10 ton per hari, dengan rata-rata sekitar 300 ton per bulan atau sekitar 3.600 ton per tahun,” kata Lukman.

Jika dibandingkan, terdapat perbedaan sekitar 50 persen antara angka lebih dari 20 ton per hari yang dipublikasikan perusahaan dan angka sekitar 10 ton per hari yang disampaikan pejabat perusahaan.

Perbedaan data tersebut membuat persoalan sampah di kawasan industri dan wilayah sekitarnya tidak hanya menjadi persoalan pengangkutan, tetapi juga persoalan pencatatan dan konsistensi data.

Data yang berbeda dapat memengaruhi cara pemerintah menghitung kebutuhan armada, TPS, TPA, fasilitas pengolahan serta kebijakan pengurangan sampah.

Di tengah pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri yang semakin besar, kepastian mengenai berapa sebenarnya sampah yang dihasilkan dan berapa yang telah dikelola menjadi penting.

Terlebih, data KLH/BPLH menunjukkan sebagian besar timbulan sampah Halmahera Tengah masih berada dalam kategori belum dikelola.